Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Dokter India Mulai Tolak Tangani Pasien Covid-19

Selasa 31 Mar 2020 18:57 WIB

Red: Nora Azizah

Dokter di India hanya berbekal jas hujan dan helm tangani pasien Covid-19 (Foto: ilustrasi Petugas Medis memakai jas hujan dan helm)

Dokter di India hanya berbekal jas hujan dan helm tangani pasien Covid-19 (Foto: ilustrasi Petugas Medis memakai jas hujan dan helm)

Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Dokter di India hanya berbekal jas hujan dan helm tangani pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Krisis alat pelindung kesehatan di India memaksa sejumlah dokter menggunakan jas hujan dan helm motor saat bekerja. Namun, puluhan dokter di garda depan yang menghadapi virus Covid-19 sejauh ini telah menginfeksi 1.251 orang dan menelan 32 korban jiwa di India. 

Baca Juga

Para tenaga medis mengatakan kepada Reuters bahwa mereka khawatir tanpa masker dan alat pelindung yang tepat. Hal ini membuat mereka dapat menjadikan mereka sebagai pembawa virus.

Di kota timur Kolkata, dokter muda di fasilitas utama perawatan COVID-19, Rumah Sakit Penyakit Menular Beleghata, pekan lalu dibekali jas hujan plastik untuk memeriksa pasien. Sementara, Pengawas medis rumah sakit yang bertanggung jawab, Dr Asis Manna, menolak berkomentar.

"Kami tidak akan bekerja dengan mengorbankan nyawa kami," ucap salah satu dokter, yang menolak disebutkan namanya karena sensitivitas.

Di negara bagian Haryana dekat New Delhi, Dr Sandeep Garg dari Rumah Sakit ESI menuturkan, ia selama ini menggunakan helm motor lantaran tidak memiliki masker N95, yang memberikan perlindungan signifikan terhadap partikel virus.

"Saya menggunakan helm karena dapat menutupi wajah saya sehingga menambah lapisan lagi di atas masker bedah," kata Garg.

Di rumah sakit pemerintah di kota Rohtak, Haryana, sejumlah dokter senior menolak untuk merawat pasien, kecuali mereka mendapat peralatan keselamatan yang memadai. Para dokter juga mengumpulkan dana untuk COVID-19, di mana setiap dokter menyumbang 1.000 rupe untuk membeli masker dan penutup wajah lainnya, kata seorang dokter.

"Semua orang takut, tak ada satupun yang ingin bekerja tanpa perlindungan," kata seorang dokter.

Pemerintah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi pada Senin mengatakan bahwa India sedang berupaya mendapatkan dalam jumlah besar peralatan yang disebut alat pelindung diri (PPE), secara domestik dari Korea Selatan dan China untuk memenuhi kebutuhan.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA