Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Kematian Akibat Covid-19 di AS Tembus 3.000 Kasus

Selasa 31 Mar 2020 17:11 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Evakuasi pasien terpapar virus corona di Amerika Serikat

Evakuasi pasien terpapar virus corona di Amerika Serikat

Foto: VOA
AS mencatat kasus virus corona Covid-19 tertinggi di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Universitas Johns Hopkins mencatat kematian akibat virus corona Covid-19 di Amerika Serikat (AS) menembus angka 3.000, Senin (30/3) malam waktu setempat. Penghitungan harian jumlah kematian di seluruh AS kini mencapai 3.008, sementara AS menempati jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia dengan 163.429 kasus.

Baca Juga

Sebelumnya, dokter yang memimpin gugus tugas tim tanggapan virus corona Gedung Putih memprediksi akan ada 200 ribu kematian akibat penyakit yang dibawa oleh virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 ini. Hal itu dapat terjadi jika tanggapan AS terhadap wabah corona tidak sempurna.

"Jika kita melakukan hal-hal bersama dengan baik, jika tidak, kita bisa berada dalam kisaran 100 ribu-200 ribu kematian," kata Dr. Deborah Birx saat berbicara di acara televisi NBC Today Shows, Selasa (31/3). "Kami bahkan tidak ingin melihatnya," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, negara bagian Virginia, Marylanad, dan District of Columbia memerintahkan penghuninya untuk tetap di rumah. Hal itu tidak lain dalam upaya mengekang penyebaran virus corona. Wilayah Florida juga memutuskan untuk melakukan pembatasan bagi penduduknya.

Presiden AS Donald Trump pun telah memperpanjang kebijakan social distancing atau jaga jarak hingga 30 April. Menurut Trump, kebijakan menjaga jarak efektif untuk memutus rantai penularan virus corona jenis baru, atau Covid-19.

Trump memperkirakan puncak kasus infeksi virus corona akan berlangsung dalam dua minggu ke depan. Dia khawatir, ketika mencapai puncaknya rumah sakit akan semakin kewalahan dalam menerima pasien yang terinfeksi Covid-19. "Titik tertinggi dari tingkat kematian kemungkinan akan terjadi dalam dua minggu," kata Trump.

Kini, AS menjadi negara pertama dengan kasus terbanyak di dunia, diikuti oleh Italia, Spanyol, dan China sejak virus muncul pertama terdeteksi di kota Wuhan, China. Sejak itu, virus hingga kini menyebar ke 199 negara dan wilayah di dunia.

Secara global, terdapat 784.314 kasus infeksi positif Covid-19, sementara 37.638 kematian diumumkan negara-negara yang terpapar virus. Sebanyak 165.288 orang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA