Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Sejumlah Objek Wisata di Shanghai Ditutup Lagi

Selasa 31 Mar 2020 11:16 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Salah satu wisata di Shanghai, China. Sejumlah objek wisata di Shanghai ditutup lagi cegah penularan Covid-19. Ilustrasi.

Salah satu wisata di Shanghai, China. Sejumlah objek wisata di Shanghai ditutup lagi cegah penularan Covid-19. Ilustrasi.

Foto: Cinatourism
Objek wisata di Shanghai yang sempat buka kini ditutup lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI - Sejumlah objek wisata populer di Kota Shanghaiyang sempat dibuka beberapa hari lalu ditutup lagi di tengah kemunculan kasus baru Covid-19 di China. Beberapa gedung pencakar langit seperti Shanghai Tower, Shanghai Oriental Pearl Tower, dan Jinmao Tower sementara ditutup lagi mulai Senin (30/3) hingga 19 hari ke depan.

Seperti diberitakan Antara sebelumnya, Shanghai Oriental Pearl Tower sebagai salah satu objek wisata internasional di China sempat dibuka kembali pada 12 Maret. Tempat ini dibuka setelah tutup lebih dari dua bulan untuk menghindari perluasan wabah Covid-19.

Shanghai Haichang Ocean Park, museum patung lilin Madame Tussauds, Museum Sejarah Shanghai, serta gedung pertunjukan dan hiburan juga ditutup sementara. Penutupan diberlakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian wabah serta untuk menjamin kesehatan dan keselamatan jiwa pengunjung. Demikian menurut pengumuman di laman wisata pemerintah kota terkaya di China itu.

Pemerintah Provinsi Sichuan juga mengeluarkan pengumuman penutupan beberapa tempat hiburan. Antara lain seperti bar, diskotek, gedung bioskop, arena ketangkasan, dan tempat-tempat keramaian lainnya, demikian laporan Chinanews.

Biro Pariwisata, Budaya, Radio dan Televisi Kota Shenyang, Provinsi Liaoning pada Ahad (29/3) mengeluarkan pengumuman penutupan sementara gedung bioskop, tempat hiburan, gedung pertunjukan seni, pusat bisnis, dan pusat budaya yang menjadi tempat banyak orang berkumpul. Kota Chongqing dan Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi juga mengambil tindakan yang sama, menurut laporan yang dihimpun dari China Daily.

Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China Mi Feng mengatakan bahwa penyebaran wabah secara domestik sudah bisa dikendalikan. Namun pola penyebaran baru yang berasal dari kasus impor masih menjadi persoalan utama.

Menurut dia, masih ada laporan kasus secara sporadis sejak 18 Maret. Dia mengingatkan masyarakat untuk mencegah wabah tersebut berjangkit kembali di tempat keramaian.

Hingga 29 Maret, China menerima kasus impor Covid-19 sebanyak 771 atau bertambah 48 kasus baru. Secara keseluruhan, kasus positif Covid-19 di China mencapai 81.518 dengan angka kematian sebanyak 3.305 orang dan kesembuhan 76.052 orang.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA