Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

PN Surabaya Terapkan Sidang Online

Selasa 31 Mar 2020 06:48 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Ruang sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi). Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai menerapkan sidang secara online atau daring pada Senin (30/3), setelah mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Ruang sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi). Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai menerapkan sidang secara online atau daring pada Senin (30/3), setelah mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Hakim, jaksa, dan kuasa hukum masih diwajibkan datang ke ruang sidang.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai menerapkan sidang secara online atau daring pada Senin (30/3), setelah mewabahnya virus corona atau Covid-19. Pelaksanaan sidang daring yang digelar, sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No.1 Th.2020 serta surat dari Kementerian Hukum dan HAM.

Baca Juga

"Diterapkan mulai hari Senin tanggal 30 Maret 2020. Ini merupakan arahan dari Ketua Mahkamah Agung melalui SEMA No. 1 Tahun 2020," ujar Humas PN Surabaya, Martin Ginting, dikonfirmasi Senin (30/3).

Martin menjelaskan, pada persidangan daring, terdakwa tidak diwajibkan datang ke ruang sidang. Mereka cukup di dalam rumah tahanan (rutan) tempat terdakwa ditahan. Namun, hakim, jaksa, dan kuasa hukum masih diwajibkan datang ke ruang sidang. "Nanti terhubung, metodenya teleconference," kata Martin.

Alasan hanya terdakwa yang hanya melakukan sidang jarak jauh, kata Martin, lantaran ada potensi tertular virus. Apabila terjadi penularan, maka bisa berbahaya bagi narapidana (napi) lainnya di rutan.

"Di luar potensi tertularnya jadi lebih besar, akan bahaya kalau dia kembali bisa menular ke yang lain. Ini semata-mata untuk kebaikan mereka bersama juga. Ini merupakan kepedulian aparat penegak hukum untuk mencegah meluasnya wabah virus corona," kata Martin.

Martin mengklaim, teknis sidang daring ini telah teruji. Sejauh ini, kata dia, belum ada kendala berarti. Apabila di tengah jalan nanti ada kendala, maka akan segera dievaluasi bersama. 

"Pelaksanaan sidang online akan kita amati pelaksanaannya dan bila ada yang kurang baik akan dievaluasi. Yang penting tujuan kita adalah menyelamatkan masyarakat dari pandemi ini," kata Martin. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA