Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Polisi India Sosialisasi Gunakan Helm Corona

Senin 30 Mar 2020 20:38 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nora Azizah

 Polisi India mencoba mensosialisasikan karantina wilayah dengan banyak cara, termasuk menggunakan helm yang berbentuk seperti virus corona (Foto: ilustrasi Covid-19 di India)

Polisi India mencoba mensosialisasikan karantina wilayah dengan banyak cara, termasuk menggunakan helm yang berbentuk seperti virus corona (Foto: ilustrasi Covid-19 di India)

Foto: AP/Anupam Nath
Helm corona menjadi upaya agar masyarakat sadar bahaya Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, CHENNAI -- Polisi India mencoba mensosialisasikan karantina wilayah dengan banyak cara, termasuk menggunakan helm yang berbentuk seperti virus corona. Keputusan menarik perhatian ini merupakan upaya agar masyarakat sadar akan kondisi yang berbahaya dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Kami mengambil semua langkah tetapi orang-orang masih keluar di jalan-jalan. Oleh karena itu, helm korona ini adalah salah satu langkah yang kami ambil untuk memastikan bahwa orang-orang sadar akan keseriusan polisi," ujar polisi di Chennai bernama Rajesh Babu yang menggunakan Helm Corona.

Masih banyak masyarakat di India yang menganggap masalah penyebaran virus corona bukan sesuatu yang serius. Padahal, penyakit Covid-19 ini bisa menyebar dengan cepat dan mengancam nyawa, terutama bagi orang dengan lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan.

Baca Juga

"Helm itu adalah upaya untuk melakukan sesuatu yang berbeda ketika saya memakai ini pikiran virus corona muncul di benak para penumpang. Terutama, anak-anak bereaksi keras setelah melihat ini dan ingin dibawa pulang," ujar Rajesh Babu dikutip dari video yang dibagikan Reuters, Senin (30/3).

Ide awal pembuatan helm corona muncul dari sikap abai masyarakat tentang bahaya Covid-19 dengan tetap keluar rumah. Kemudian Rajesh Babu memutuskan untuk menggunakan helm yang dihiasi kertas-kertas bekas dibentuk seperti tonjolan-tonjolan bentuk virus.

Selain itu, Rajesh Babu pun membuat banyak slogan untuk mendorong warga menaati keputusan lockdown yang telah berlaku sejak 25 Maret. Ketetapan ini akan berlangsung hingga 15 April.

India saat ini telah melaporkan  1.071 kasus dengan 29 orang meninggal dunia karena virus corona. Namun, masalah lain muncul dengan migrasi besar-besaran warga yang berada di kota besar menuju daerah pedesaan.

Perintah lockdown telah menyebabkan jutaan orang India yang miskin menganggur dan kelaparan. Ratusan ribu pekerja yang hidup dengan upah harian meninggalkan kota-kota besar seperti Delhi dan Mumbai dengan berjalan kaki ke rumah mereka di pedesaan, karena tidak punya makanan atau uang. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA