Senin 30 Mar 2020 19:37 WIB

Kemenkes Atur Protokol Screening Corona oleh Puskesmas

Kemenkes sedang mengatur metode screening pintu ke pintu oleh puskesmas.

Sebuah Mobile Puskesmas (Mpus) disiapkan saat screening Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Pemprov Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3). Screening dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Corona atau Covid-19.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Sebuah Mobile Puskesmas (Mpus) disiapkan saat screening Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Pemprov Jawa Barat, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3). Screening dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Corona atau Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tengah mengatur metode atau protokol bagi puskesmas yang akan melakukan screening test Covid-19 dari pintu ke pintu di masyarakat. "Soal screening door to door. Menkes tadi sudah melaporkan diatur sedemikian rupa metodenya. Protokol sedang diatur. Mungkin hari ini selesai," ujar ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam konferensi pers melalui video, di Jakarta, Senin (30/3), selepas mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengatakan, protokol yang dibuat diharapkan membuat setiap puskesmas memiliki prosedur operasional standar atau tata cara yang benar dalam melakukan screening atau penyaringan di masyarakat sehingga masyarakat yang dikunjungi tidak merasa keberatan. "Perlu ada komunikasi yang baik sehingga gerakan ini didukung banyak pihak," ujar Doni.

Berdasarkan informasi yang diunggah pemerintah melalui situs www.covid19.go.id, hingga Senin, 30 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.414 jiwa. Mereka yang sembuh sebanyak 75 jiwa, sementara yang meninggal dunia sebanyak 122 jiwa. Pulau Jawa merupakan pulau di Indonesia dengan frekuensi kasus Covid-19 terbanyak.

Sementara itu, secara global jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 730.326. Total kematian sebanyak 34.572 jiwa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement