Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Pemerintah Telah Distribusikan 191 Ribu APD ke Daerah

Senin 30 Mar 2020 18:19 WIB

Rep: Antara, Sapto Andika Candra/ Red: Andri Saubani

Tampak seragam APD yang dikenakan petugas kesehatan dalam menangani pasien Covid-19

Tampak seragam APD yang dikenakan petugas kesehatan dalam menangani pasien Covid-19

Foto: forwot
Pemerintah juga melakukan pengadaan masker bedah, masker N95, dan alat rapid test.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah melakukan pengadaan 191.666 set alat pelindung diri (APD). Semua APD didistribusikan ke seluruh provinsi serta rumah sakit yang membutuhkan untuk penanganan Covid-19.

"Pemerintah telah mengadakan APD sebanyak 191.666 set dan terdistribusi ke seluruh provinsi serta rumah sakit yang membutuhkan," katanya dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (30/3).

Ia mengatakan, selain APD, pemerintah juga melakukan pengadaan 12.272.500 masker bedah dan 133.640 masker N95 serta 425 ribu rapid test yang semuanya telah didistribusikan ke seluruh provinsi. Pemerintah, kata dia, telah berupaya secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam penanganan wabah Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah juga mengharapkan dukungan masyarakat dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat dengan sering mencuci tangan dengan sabun. Sementara itu, ia juga mengatakan bahwa Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet saat ini sudah beroperasi dan telah merawat 411 orang.

Kemudian, rumah sakit rujukan nasional juga sudah disiapkan dengan penambahan ruang isolasi bertekanan negatif sebanyak 1.967 unit.

"Ini adalah upaya yang masih akan terus kita lakukan bersamaan dengan semakin bertambahnya kasus yang kita dapatkan," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk bersungguh-sungguh mengawali penanganan wabah mulai dari yang terdepan, yaitu masyarakat guna memutus rantai penularan di tengah masyarakat.

"Dengan cara jaga jarak fisik di dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosial pada jarak lebih dari 1 meter," katanya.

Adapun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa ketersediaan APD bagi tenaga medis yang menangani Covid-19 semakin terbatas. Menurut perhitungan, Indonesia membutuhkan 3 juta perlengkapan APD hingga akhir Mei 2020 mendatang.

Demi menyiasati hal ini, Presiden Jokowi pun meminta jajarannya memberi kemudahan bagi produsen APD lokal agar bisa meningkatkan kapasitas produksinya. Pemerintah mencatat ada 28 perusahaan dalam negeri yang saat ini masih aktif memproduksi APD.

"Laporan yang saya terima sampai saat ini stok APD makin terbatas. Saya minta dilakukan percepatan pengadaan untuk APD dan saya minta agar digunakan produk dalam negeri," jelas presiden dalam rapat terbatas, Senin (30/3).

Produsen APD lokal nantinya akan diberi kemudahan berupa pengadaan bahan baku impor. Kementerian Keuangan pun sedang menyusun insentif lain yang bisa diberikan kepada produsen APD demi memggenjot angka produksi mereka.

"Berikan kemudahan. Saya juga minta dilakukan percepatan pengembangan, ini yang negara lain juga butuh mengenai ventilator agar ini bisa diproduksi di dalam negeri," jelasnya.

Sejak Ahad (29/3) sampai Senin (30/3) ini ada penambahan sebanyak 129 orang terinfeksi virus corona. Artinya, total saat ini sudah ada 1.414 pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Ada penambahan kasus sembuh sebanyak 11 orang sehingga totalnya ada 75 pasien yang sembuh. Kemudian ada penambahan angka kematian sebanyak 8 orang, sehingga total ada 122 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

photo
Mengapa 14 hari melawan virus corona - (Pemprov DKI Jakarta)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA