Sukacita Menyambut Ramadhan

Red: Hasanul Rizqa

 Senin 30 Mar 2020 17:17 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Ilustrasi Ramadhan

Momen suka cita menyambut Ramadhan, bulan yang penuh berkah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam waktu beberapa pekan lagi, bulan suci Ramadhan akan tiba. Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan, momen datangnya Ramadhan penuh keberkahan.

Baca Juga

"Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan, seluruh setan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu surga dibuka hingga tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Lalu setiap malam datang seorang yang menyeru: 'Wahai orang yang mencari kebaikan, kemarilah. Wahai orang yang mencari keburukan, menyingkirlah. Hanya Allah yang bisa menyelamatkan dari api neraka'" (HR Tirmidzi).

Dalam hadis lainnya, disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Bulan penuh berkah itu telah datang kepadamu. Pada bulan itu, Allah melimpahkan (karunia-Nya) kepadamu. Dia menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan mengabulkan doa. Allah akan melipatgandakan semua kebaikanmu di bulan itu dan akan membanggakanmu di hadapan para malaikat. Maka, tampilkanlah dari diri kamu yang baik-baik. Sebab, orang yang malang adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan itu" (HR ath-Thabrani).

Berkaca dari kedua hadis di atas, Ramadhan sungguh menjadi bulan yang penuh berkah dan rahmat Ilahi. Istilah Ramadhan sendiri berarti 'pembakaran' atau 'peleburan.' Yang biasa dibakar adalah sesuatu yang kotor, seperti sampah. Artinya, pembakaran itu bertujuan membersihakan diri kita dari kekotoran.

Ramadhan berarti peleburan. Ibaratnya, suatu besi ketika dibakar seorang pandai besi akan menjadi mudah dibentuk sesuai dengan keinginan. Besi itu dapat dijadikan bahan untuk sepeda, motor, mobil, atau pesawat, dan lain sebagainya yang berfaedah bagi kehidupan.

Maka dari itu, bulan suci Ramadhan hendaknya disambut dengan penuh persiapan. Inilah 30 hari lamanya kita akan membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat. Hati kita juga akan terus ditempa untuk menjadi kian dekat kepada Allah Ta'ala.

Menyambut Ramadhan juga hendaknya ingat pada momen Ramadhan lalu. Ingatkan kita ketika menjalani detik-detik akhir Ramadhan tahun lalu? Kita ramai berdoa dan berharap, semoga diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu Ramadhan selanjutnya.

Maka sekaranglah, saatnya kita kembali serius dengan munajat itu. Mari menata hati untuk menyongsong Ramadhan meskipun suasana sekarang sedang dirundung pandemi.

Marhaban ya Ramadhan. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk beribadah dalam bulan suci nanti!

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X