Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Di Maria: Madrid Cegah Saya Main di Final Piala Dunia 2014

Senin 30 Mar 2020 15:57 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah

Angel Di Maria saat memperkuat tim nasional Argentina (ilustrasi). Di Maria menuding Real Madrid berupaya mencegahnya tampil pada final Piala Dunia 2014.

Angel Di Maria saat memperkuat tim nasional Argentina (ilustrasi). Di Maria menuding Real Madrid berupaya mencegahnya tampil pada final Piala Dunia 2014.

Foto: AP/Natacha Pisarenko
Saat itu muncul kabar Madrid akan menjual Di Maria selepas Piala Dunia 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Real Madrid pernah mengirim surat kepada Angel Di Maria memohon agar tak turun pada partai final Piala Dunia 2014 yang mempertemukan Argentina dan Jerman. Permintaan tersebut tak lepas dari kondisi Di Maria yang cedera hamstring di perempat final melawan Belgia.

Baca Juga

Saat itu, Di Maria masih berseragam Madrid. Kabar bahwa Madrid akan menjual Di Maria mencuat. Madrid tak ingin proses tansfer Di Maria terganggu karena kondisinya yang cedera selepas Piala Dunia.

Namun Di Maria tak menggubris surat tersebut. Ia bahkan merobek surat tersebut sebelum sempat membacanya.

Usai Piala Dunia 2014, Di Maria berlabuh ke Manchester United (MU) pada Agustus 2014 dengan biaya transfer 59,7 pound (sekitar Rp 1,15 triliun) waktu itu. Fakta tersebut dia ungkapkan dalam sebuah acara program televisi di Argentina dilansir dari Mirror, Senin (30/3).

"Kami bertiga yang mengetahui kebenaran adalah dokter Daniel Martinez, [pelatih] Alejandro Sabella dan saya sendiri. Saya datang dengan sobekan dari pertandingan dengan Belgia, saya dalam kondisi sekitar 90 persen,” ungkapnya.

Dia Maria tak menampik bahwa kakinya sedang tak fit untuk turun lapangan waktu itu. Namun dia tak peduli apa yang dikatakan Real Madrid. Bagi dia jika tak turun di partai final seperti menjadi akhir dalam kariernya.

Di Maria juga memahami permintaan Madrid karena mereka ingin menjualnya. Menurut Dia Maria, surat tersebut diberikan oleh Daniel Martinez.

Setelah itu, Di Maria pergi menemui Alejandro Sabella dengan perasaan sedih dan menerangkan tentang kondisinya yang tak fit 100 persen. Namun di satu sisi dia juga mengatakan ingin bermain. Sabelle, klaim Di Maria, kemudian mencarikan solusi persoalan tersebut.

"Dia akan memainkan saya, tetapi saya ingin mencoba. Kemudian dalam pertemuan, dia akhirnya memutuskan menempatkan Enzo Perez di posisi saya," ujarnya.

Di MU, DI Maria juga tak menunjukkan permainan terbaiknya. Dia kemudian berlabih ke PSG pada 2015. Di sana, dia menjadi salah satu pemain kunci permainan PSG. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA