Senin 30 Mar 2020 13:15 WIB

Prancis Pulangkan Wisatawan dari Indonesia

Diperkirakan ada 2.000 turis Prancis yang tertahan di Indonesia, dipulangkan bertahap

Pemerintah Prancis  memulangkan warganya yang berstatus wisatawan dari Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Pemulangan dilakukan secara bertahap.
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Pemerintah Prancis memulangkan warganya yang berstatus wisatawan dari Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Pemulangan dilakukan secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Prancis menyewa pesawat untuk memulangkan warganya yang berstatus wisatawan atau pelancong dari Indonesia. Ini dilakukan sebagai respons atas penyebaran virus corona tipe baru atau Covid-19.

Inisiatif ini dilakukan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, mengingat ribuan wisatawan Prancis tidak bisa pulang ke negaranya karena pembatalan penerbangan akibat kebijakan penutupan perbatasan yang diberlakukan di banyak negara. Diperkirakan ada 2.000 turis Prancis yang tertahan di Indonesia.

Baca Juga

"Karena itu, kami mengadakan beberapa penerbangan pulang, bekerja sama dengan Qatar Airways," kata Atase Pers Kedubes Prancis di Indonesia Dominique Roubert saat dihubungi Antara, Senin (30/3).

Proses pemulangan dimulai sejak Jumat (27/3), menggunakan maskapai Qatar Airways. Maskapai membawa 400 wisatawan Prancis dari Bandara Ngurah Rai, Bali, menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris.

Penerbangan Qatar Airways berikutnya pada Sabtu (28/3), juga membawa lebih dari 400 turis Prancis dari Bali menuju Paris. Kemudian, maskapai yang sama kembali digunakan otoritas Prancis untuk mengangkut warganya dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Paris pada Ahad (29/3).

“Ada satu penerbangan lagi yang dijadwalkan berangkat Senin malam ini dari Denpasar. Setelah ini, kami akan mengevaluasi situasi sebelum merencanakan penerbangan lanjutan,” kata Dominique.

Dominique menegaskan kebijakan pemulangan ini hanya ditujukan bagi wisatawan atau pelancong asal Prancis, bukan untuk warga negara Prancis yang tinggal di Indonesia. Fasilitas ini juga diberikan bagi turis asal negara-negara Uni Eropa.

“Tidak ada imbauan pulang yang ditujukan kepada warga negara Prancis yang tinggal di Indonesia,” ujar Dominique.

Sejak pengumuman Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memberlakukan penutupan perbatasan Prancis pada 17 Maret lalu, warga Prancis yang berada di luar negeri sebagai wisatawan atau pelancong dianjurkan segera kembali ke negara tersebut. “Agar mereka setop jalan-jalan, yang bisa menjadi faktor penyebaran virus. Dan kembali ke rumah mereka untuk diam di situ sesuai kebijakan lockdown,” tutur Dominique.

Pada saat yang sama, beberapa negara di dunia mengambil tindakan serupa dengan membatasi syarat masuk ke wilayah mereka. Hal ini ikut berdampak pada penumpang transit.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement