Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Australia Bantah Kolusi dengan Kanada Mundur dari Olimpiade

Senin 30 Mar 2020 12:01 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Warga bermasker melintasi Museum Olimpiade di Tokyo, Jepang. Olimpiade 2020 Tokyo ini ditunda sampai 2021 yang merupakan pertama kalinya sebuah olimpiade ditunda dalam 124 tahun sejarah olimpiade.

Warga bermasker melintasi Museum Olimpiade di Tokyo, Jepang. Olimpiade 2020 Tokyo ini ditunda sampai 2021 yang merupakan pertama kalinya sebuah olimpiade ditunda dalam 124 tahun sejarah olimpiade.

Foto: AP Photo/Jae C. Hong
Pengunduran diri dua negara ini secara hampir serempak memunculkan spekulasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Komite Olimpiade Australia (AOC) menyatakan, keputusannya untuk mundur dari Olimpiade Tokyo 2020 bukan hasil kolusi dengan Kanada, mlainkan sebuah keputusan sepihak dan dibuat tanpa sepengetahuan Kanada ataupun Komite Olimpiade Internasional (IOC). AOC menyatakan tidak dapat membentuk tim untuk tahun 2020 karena dampak yang dibawa oleh virus corona. Pengumuman itu muncul dengan cepat setelah Komite Olimpiade dan Paralimpik Kanada mengonfirmasi tidak akan mengirim atlet ke Olimpiade dan Paralimpiade 2020.

Pengunduran diri dua negara ini memunculkan spekulasi bahwa dua komite Olimpiade nasional ini mungkin telah bertindak bersama dengan IOC untuk memberikan dorongan global agar menunda Olimpiade 2020 Tokyo. Kanada pada Jumat (27/3) kemarin juga membantah pengaturan semacam itu, lalu AOC mengikutinya pada hari Senin (30/3).

“Setiap keputusan Komite Olimpiade Australia (AOC) untuk memberi tahu para atletnya merencanakan Olimpiade Tokyo pada 2021 dilakukan bersamaan dengan IOC atau Komite Olimpiade Kanada (COC) sepenuhnya salah,” kata AOC dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari laman Reuters, Senin.

Pengumuman IOC datang sehari setelah pihak berwenang Australia mengumumkan langkah-langkah yang bertujuan untuk mengatasi virus corona, termasuk pembatasan perjalanan dan persyaratan karantina di perbatasan nasional maupun negara bagian. "Ini berarti atlet kami tidak dapat melanjutkan program pelatihan," kata AOC.

Efek dari langkah-langkah pemerintah dan perencanaan skenario IOC mendorong pertemuan khusus dewan eksekutif AOC pada Senin pekan lalu. IOC pada Selasa (25/3) lalu menunda Olimpiade 2020 selama setahun setelah mendapat tekanan dari sejumlah pihak, termasuk para atlet yang persiapannya telah terganggu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA