Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Dortmund Hormati Keputusan Sancho Jika Ingin Tinggalkan Klub

Senin 30 Mar 2020 08:03 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Gelandang Borussia Dortmund Jadon Sancho. Sejak musim panas tahun lalu, Sancho menjadi pemain paling diburu klub-klub besar.

Gelandang Borussia Dortmund Jadon Sancho. Sejak musim panas tahun lalu, Sancho menjadi pemain paling diburu klub-klub besar.

Foto: EPA-EFE
Sejak musim panas lalu, Sancho memang menjadi pemain paling diburu klub-klub besar.

REPUBLIKA.CO.ID, DORTMUND -- Borussia Dortmund dikabarkan akan menghormati keputusan Jadon Sancho, jika si pemain ingin meninggalkan klub. Sejak musim panas tahun lalu, Sancho memang menjadi pemain paling diburu klub-klub besar.

Manchester United, Chelsea, Liverpool, dan Barcelona, sampai saat ini dilaporkan masih tertarik untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 20 tahun itu.

CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke mengatakan, keputusan untuk bertahan atau pergi ada di tangan Sancho. Namun, ia hanya memperingatkan, jika Sancho ingin pergi, tak akan ada pemotongan harga pelepasan. Pemain internasional Inggris itu telah mencetak 14 gol dalam 23 pertandingan di Bundesliga Jerman, sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi virus corona.

Meski demikian, Watzke masih ingin mengandalkan jasa Sancho di klubnya. ''Bahkan sebelum penyebaran virus corona, kami mengatakan lebih menginginkan Jadon (Sancho) bertahan. Meski demikian, pada akhitnya Anda harus menghormati apa yang diinginkan pemain,'' ujar Watzke dikutip dari Sportskeeda, Senin (30/3).

Dengan Sancho, Gio Reyna, dan Erling Haaland yang tampil impresif musim ini, Watzka sadar pemain remajanya itu akan jadi incaran klub-klub kaya. Namun, ia menegaskan, ketiga pemainnya itu tak akan dilepas di bawah harga pasaran. ''Kami tidak ingin menjual orang lain di bawah harga yang pantas,'' kata Watzke.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA