Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Tujuh Maskapai Thailand Cari Pendanaan 491 Juta Dolar AS

Senin 30 Mar 2020 07:50 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Thai Airways

Thai Airways

Foto: wikipedia
Thailand adalah salah satu tujuan wisata paling populer di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Tujuh maskapai penerbangan di Thailand mulai mencari pendanaan sebesar 491 juta dolar AS ke Pemerintah Bangkok. Seperti dilansir dari laman Bloomberg, Senin (30/3) maskapai tersebut sepakat mencari bantuan pendanaan.

Ketua Eksekutif Asia Aviation Pcl Tassapon Bijleveld mengatakan ketujuh operator tersebut antara lain Thai AirAsia, Thai Lion Air, Nok Air, Bangkok Airways, Thai Smile, Thai VietjetAir dan Thai AirAsia X.

“Seperti di negara-negara lain, maskapai penerbangan di Thailand telah melakukan pemotongan drastis pada layanan untuk selamat dari dampak wabah coronavirus baru,” ujar pemegang saham terbesar Thai AirAsia.

Saat ini, Thailand adalah salah satu tujuan wisata paling populer di dunia, di mana menerima lebih dari 38 juta pengunjung tahun lalu.

Pemerintah Thailand mengecilkan kemungkinan 'penyebaran super' virus corona di negara itu. Thailand melaporkan, sekelompok teman bertanggung jawab atas kenaikan tertinggi harian jumlah kasus virus yang kini disebut Covid-19.

Bangkok melaporkan 11 kasus baru Covid-19 pada Kamis (12/3). Dengan demikian, total jumlah kasus di negara itu menjadi 70, dengan satu orang meninggal dunia.

Pemerintah Thailand mengatakan, pasien-pasien terbaru adalah sekelompok teman yang tampaknya saling menularkan satu sama lain. Salah satu dari mereka tertular oleh turis yang baru pulang dari Hong Kong.

Mereka adalah sekelompok teman laki-laki dan perempuan berwarga negara Thailand. Orang-orang yang berusia antara 20 dan 30-an itu berbagi minuman dan rokok dalam dua kesempatan pada akhir Februari lalu.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA