Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Suhu Tubuh 39 Derajat, Mahasiswi Ini Langsung Dievakuasi

Senin 30 Mar 2020 06:16 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Petugas Kesehatan memeriksa suhu tubuh menggunakan thermometer  (ilustrasi)

Petugas Kesehatan memeriksa suhu tubuh menggunakan thermometer (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Mahasiswi tersebut baru turun dari pesawat dan terdeteksi suhu tubuhnya 39 derajat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Seorang penumpang dievakuasi menggunakan prosedur penanganan Covid-19 setelah turun dari pesawat di Bandara Tampa Padang Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Ahad (29/3). Penumpang yang berstatus sebagai mahasiswi berusia 19 tahun tersebut dievakuasi setelah petugas di Bandara Tampa Padang melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Dia terdeteksi memiliki suhu tubuh mencapai 39 derajat Celcius.

Baca Juga

Mahasiswi tersebut dievakuasi menggunakan ambulans Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Mamuju dari Bandara Tampa Padang menuju RSUD Regional Sulbar. Ketua Tim Gugus Percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Kabupaten Mamuju H Suaib membenarkan evakuasi penumpang pesawat dari Makassar Sulawesi Selatan tersebut. "Yang bersangkutan telah dirujuk ke rumah sakit dan statusnya masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter," ujar Suaib.

Dia mengatakan, prinsipnya tidak boleh menerka-nerka dan berspekulasi. "Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya," tambahnya.

Sementara, Koordinator PSC 119 yang juga anggota tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mamuju Burgan mengatakan, penjemputan dan evakuasi penumpang di Bandara Tampa Padang itu dilakukan oleh tiga orang anggota PSC 119 yang tergabung dalam Gugus Percepatan Penanganan COVID-19. Ia memastikan, timnya telah melakukan tindakan sesuai standar prosedur penanganan (SOP) penanganan Covid-19 yang telah dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang baru saja diterima dari Pemprov Sulbar.

"Untuk memastikan layanan kedaruratan 119 dapat lebih maksimal, utamanya dalam penanganan Covid-19, PSC 119 telah menugaskan tujuh orang setiap delapan jam dalam satu kali jadwal piket yang akan digilir setiap harinya. Petugas tersebut terdiri atas satu sopir, satu operator dan lima tenaga medis," ujar Burgan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA