Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Jasa Marga Buka Kembali Gerbang Tol Karang Tengah Barat

Ahad 29 Mar 2020 22:40 WIB

Red: Gita Amanda

Kendaraan melintas di jalan tol Jakarta-Tangerang, Banten.

Kendaraan melintas di jalan tol Jakarta-Tangerang, Banten.

Foto: Antara/Fauzan
Jasa Marga memastikan akses Tol Jakarta Tangerang Ahad sore sudah beroperasi normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah membuka kembali akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat, setelah sempat ditutup oleh kepolisian wilayah, Ahad (29/3) siang.

"Tadi sempat dilakukan penutupan akses di sekitar Gerbang Karang Tengah Barat oleh kepolisian wilayah, namun saat ini sudah dibuka kembali," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru di Jakarta.

Dwimawan memastikan lalu lintas di akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat atau di Jalan Tol Jakarta-Tangerang pada Ahad sore telah beroperasi secara normal. "Seluruh ruas tol lain yang dikelola Jasa Marga pada Minggu sore ini beroperasi secara normal," katanya.

Dwimawan menambahkan kebijakan pembatasan pergerakan orang maupun kendaraan adalah wewenang pemerintah. "Kami sebagai salah satu operator transportasi jalan tol, Jasa Marga mendukung apa pun nanti putusan pemerintah," katanya.

Pihaknya akan memberikan kabar kepada masyarakat bila ke depan terjadi perubahan situasi.

Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan Polda Metro Jaya sedang menyusun skema simulasi pembatasan akses dari dan menuju Jakarta sebagai antisipasi untuk menghalau penyebaran virus corona atau Covid-19.

Yusri menegaskan Jakarta tidak dalam kondisi atau akan melakukan karantina wilayah atau lockdown. "Sekarang situasi Jakarta masih social distancing, physical distancing, tidak ada karantina wilayah atau lockdown. Tapi, kita harus tetap latihan. Apapun yang terjadi kita sudah latihan," kata Yusri.

Yusri mengatakan saat ini jajaran kepolisian masih mengumpulkan data di masing-masing wilayah. "Jadi kita latihan simulasi situasi sekarang ini. Jadi kita minta data di masing-masing wilayah, kumpulkan, rapatkan, dibikin pelatihan bersama. Jadi besok-besok apa pun yang terjadi sudah siap," katanya.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA