Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Satu Pasien Positif Covid-19 di Tasikmalaya Meninggal Dunia

Senin 30 Mar 2020 01:07 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap (ilustrasi).

Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO
Sempat terjadi penolakan dalam proses pengurusan jenazah terinfeksi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengonfirmasi salah satu pasien Covid-19 meninggal dunia. Sempat terjadi penolakan warga terhadap pengurusan jenazah pasien meninggal pada Ahad (29/3) dini hari.

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, pasien positif itu merupakan satu di antara empat orang yang berada di klaster Lembang. Pasien dikonfirmasi positif melalui rapid diagnostic test (RDT) pada Sabtu (28/3). 

"Positif RDT tadi malam. Ahad pukul 01.00 WIB meninggal," kata dia, Ahad. 

Ia mengatakan, sempat terjadi penolakan dalam proses pengurusan jenazah. Pihaknya bernegosiasi dengan masyarakat setempat, tetapi tak berhasil. Alhasil, jenazah pasien diurus tidak sesuai rencana awal.

Uus menyayangkan masih adanya penolakan jenazah pasien Covid-19. Sebelumnya, terjadi juga penolakan oleh sejumlah warga untuk penguburan salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Padahal, ia menegaskan, petugas sudah melakukan pengurusan jenazah sesuai prosedur operasional standar sehingga virus dari jenazah tidak akan menularkan ke luar.

"Itu saya tahu persis. Rumah sakit sudah melakukan sesuai prosedur," kata dia.

Uus mengatakan, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal itu. Masyarakat diminta tak perlu khawatir karena pelaksanaan pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan dengan sangat ketat. 

Ia berharap masyarakat paham dan tidak perlu panik berlebihan. "Sekali lagi, ketika ada jenazah covid, warga tidak perlu panik karena jenazah sudah diurus dengan baik. Kalau begini, petugas kasihan karena berpakaian lengkap. Mohon masyarakat memahami," kata dia.

Dengan meninggalnya satu pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya, saat ini terdapat empat pasien yang masih menjalani perawatan. Empat pasien itu dirawat di rumah sakit Kota Tasikmalaya. "Mudah-mudahan tidak bertambah lagi," kata dia.

Sementara itu, untuk PDP, telah ada 11 kasus yang tercatat. Satu pasien di antaranya meninggal dunia, enam masih dirawat, dan empat orang selesai pengawasan. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat bertambah menjadi 282 kasus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA