Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Papua Sembilan Orang

Ahad 29 Mar 2020 21:01 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas mengukur suhu sebelum beraktivitas di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (27/3/2020). Pemprov Papua menutup penerbangan penumpang ke seluruh bandara di Papua sejak 26 Maret hingga 4 April untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19

Petugas mengukur suhu sebelum beraktivitas di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (27/3/2020). Pemprov Papua menutup penerbangan penumpang ke seluruh bandara di Papua sejak 26 Maret hingga 4 April untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19

Foto: ANTARA/Gusti Tanati
Sembilan pasien positif Covid-19 di Papua tersebar di tiga kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyatakan, bahwa jumlah warga yang positif terinfeksi Covid-19 bertambah menjadi sembilan orang dari sebelumnya tujuh orang. Sembilan pasien positif corona tersebar di tiga kota.

"Penambahan dua pasien positif Covid-19 itu berasal dari Timika dan keduanya berjenis kelamin perempuan, " kata Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Silvanus Sumule di Jayapura, Ahad (29/3) malam.

Menurut Sumule, kesembilan pasien positif Covid-19 itu tersebar di tiga kota, yakni Jayapura lima kasus, Timika dan Merauke masing-masing dua kasus. Menurut Sumule, yang juga menjabat jubir Satgas Pencegahan Covid-19 Papua menjelaskan, untuk kasus di Merauke yang bersangkutan setelah dinyatakan positif Covid-19 kemudian diisolasi.

"Saat ini yang bersangkutan masih dirawat akibat sakit yang dideritanya," kata Sumule.

"Mereka mengalami sakit ringan hingga sedang dan dirawat di sejumlah rumah sakit yang ada di Timika, Merauke dan Jayapura," katanya, menambahkan.

Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 43 orang dan yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 5.569 orang. Dengan meningkatnya jumlah ODP itu diharapkan masyarakat lebih mematuhi imbauan pemerintah yang meminta membatasi diri dalam beraktivitas, yakni bila tidak penting tidak ke luar rumah guna mencegah penyebaran virus mematikan itu.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA