Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

IGI Usulkan Jalur Prestasi Dihilangkan pada PPDB 2020

Ahad 29 Mar 2020 17:43 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Siswa mengikuti uji kompetensi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi di SMAN 1 Depok, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (25/6).

Siswa mengikuti uji kompetensi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi di SMAN 1 Depok, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (25/6).

Foto: Republika/Prayogi
Kebijakan kelulusan dengan nilai rapor dikhawatirkan munculkan manipulasi nilai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengusulkan agar jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 dihapus. Sebab, dikhawatirkan dengan kebijakan kelulusan dengan nilai rapor seperti saat ini akan menyebabkan peningkatan manipulasi nilai.

Baca Juga

Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim mengatakan, pihaknya melakukan survei terhadap 410 guru. Pertanyaan survei tersebut yakni 'PPDB 2020 akan menggunakan nilai rapor untuk penerimaan SMA dan SMP, menurut bapak dan ibu sebagai guru, apakah nilai-nilai rapor tersebut bisa dimanipulasi?'

Berdasarkan survei tersebut, 81,94 persen guru mengatakan nilai rapor bisa dimanipulasi. Guru yang menganggap nilai rapor tidak bisa dimanipulasi adalah yang sekolahnya sudah menerapkan e-rapor. Sementara, Ramli mengatakan hanya 30 hingga 40 persen sekolah di Indonesia yang menggunakan e-rapor. "Untuk itu, Ikatan Guru Indonesia mengusulkan kepada Mendikbud Nadiem Makrim untuk menghapuskan jalur prestasi dalam PPDB 2020," kata Ramli, Ahad (29/3).

Ramli berpendapat, untuk tingkat SMP bisa digunakan jalur domisili atau perpindahan orang tua. "Jalur prestasi menggunakan  nilai rapor boleh digunakan jika e-rapor sudah lebih dari 80 persen atau paling tidak 65 persen yang biasanya menjadi standar minimal digunakan menjadi kebijakan," kata dia lagi.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan pembatalan Ujian Nasional (UN) tidak mengganggu proses Penerimaan Pesertda Didik Baru (PPDB) 2020. Sebab, kata dia, UN sudah tidak digunakan untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ia mengatakan, seharusnya tidak ada dampak dibatalkannya UN dengan pelaksanaan PPDB 2020 mendatang. Terkait dengan jalur prestasi juga tidak berkaitan dengan hasil UN namun dilihat dari rapor dan aktivitas ekstrakurikuler siswa dan lomba-lomba yang pernah diikuti oleh siswa yang bersangkutan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA