Ahad 29 Mar 2020 17:08 WIB

Pemkab Garut Bersiap Lakukan Lock Down

Pemkab Garut rencananya akan melakukan lock down mulai Senin (30/3) besok.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bayu Hermawan
Bupati Garut Rudy Gunawan memeriksa suhu tubuh dan membagikan hand sanitizer ke para pengemudi dan penumpang kendaraan yang masuk ke Garut
Foto: polres garut
Bupati Garut Rudy Gunawan memeriksa suhu tubuh dan membagikan hand sanitizer ke para pengemudi dan penumpang kendaraan yang masuk ke Garut

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mematangkan rencana untuk menerapkan lock down (menutup wilayah). Rencananya, lock down akan diberlakukan pada Senin (30/3) besok.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pemberlakuan lockdown akan dilakukan secara bertahap. Hal itu untuk dilakukan untuk memutus penyebaran virus korona di Kabupaten Garut.

Baca Juga

"Ya, mulai besok kita akan berlakukan lockdown di Garut tapi secara bertahap atau semacam karantina terbatas," kata dia saat dihubungi wartawan, Ahad (29/3).

Rudy menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Sebab, kebijakan itu tak bisa diterapkan secara tiba-tiba.   Rudy mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut. Namun, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terus bertambah setiap harinya. Selain itu, menurut dia, lokasi Kabupaten Garut saat ini dikelilingi oleh daerah zona merah Covid-19.

"Ini juga jadi pertimbangan diberlakukannya lockdown," ucapnya.

Rudy mengatakan, para camat, kepala desa, hingga ketua RW/RT sudah diminta untuk melakukan pendataan terhadap warga yang datang dari daerah lain. Sebab, saat ini banyak sekali warga Garut dari daerah lain pulang kampung.

"Untuk tukang cukur saja, saat ini ada 2.500 orang yang mudik ke Garut. Belum lagi yang lainnya, jadi harus benar-benar kita antisipasi," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement