Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

AP I Pastikan Tak Akan PHK Karyawan

Ahad 29 Mar 2020 16:03 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi

Angkasa Pura I. PT Angkasa Pura I memastikan tidak akan melakukan PHK karyawan meski pendapatan perusahaan turun akibat wabah corona.

Angkasa Pura I. PT Angkasa Pura I memastikan tidak akan melakukan PHK karyawan meski pendapatan perusahaan turun akibat wabah corona.

Foto: angkasapuraproperti.co.id
AP I akan melakukan berbagai upaya penghematan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura I (Persero) memprediksi target pendapatan perseroan untuk tahun 2020 kemungkinan besar tidak tercapai akibat wabah corona (Covid-19). Kendati demikian, AP I memastikan tidak akan mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun merumahkan sementara pegawai tanpa digaji.

Baca Juga

Sekretaris Perusahaan AP I, Handy Heryudithiawan, mengatakan, manajemen perusahaan memastikan tidak akan melakukan rasionalisasi untuk jumlah karyawan. Strategi untuk mengatasi turunnya pendapatan akan dilakukan dengan berbagai upaya penghematan. Khususnya yang berkaitan dengan cost leadership.

Seperti misalnya, perjalanan dinas pimpinan yang diganti dengan metode video conference serta peninjauan ulang atas rencana investasi perseroan yang dapat ditunda namun tetap sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

"Pendapatan kami memang akan terkoreksi karena banyak cancel flight tapi masih dilakukan perhitungan bersama tim keuangan," kata Handy kepada Republika.co.id, Ahad (29/3).

Direktur Utama AP I, Faik Fahmi dalam video konferensi sebelumnya mengatakan, wabah Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia berdampak langsung pada bisnis penerbangan. Seperti diketahui, tahun ini AP I 2020 ini awalnya menargetkan pendapatan sebesar Rp 11,5 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 1,4 triliun.

"Dampak terhadap pendapatan cukup signifikan, mungkin saat ini sekitar 20 persen di bawah target, dan berpotensi akan lebih besar lagi kalau banyak penerbangan dibatalkan," kata Faik.

Ia menjelaskan, sebanyak 18.300 penerbangan telah dibatalkan pada periode Januari-Maret 2020 seiring wabah Covid-19 yang meluas di Indonesia. Porsi pembatalan didominasi oleh rute domestik, sekitar 14.000 penerbangan dan sisanya rute internasional.

Menurut Faik, pembatalan penerbangan itu disebabkan oleh jumlah penumpang yang mengalami penurunan cukup drastis sehingga membuat sejumlah perusahaan penerbangan memutuskan untuk menghentikan penerbangan sementara. "Kondisinya sampai kapan tergantung pada demand traffic yang ada saat ini," kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, AP I akan mencoba untuk merampingkan organisasi di setiap cabang. Selain itu, membatalkan proses rekrutmen karyawan untuk mengisi kebutuhan bandara-bandara baru yang berada di bawah pengelolaan AP I.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA