Ahad 29 Mar 2020 15:56 WIB

Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan Tahun Ini Diprediksi Turun

Ketersediaan uang tunai mencukupi seiring dengan imbauan larangan mudik.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha
Petugas Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tasikmalaya menyiapkan uang pecahan untuk layanan penukaran uang baru di Jalan Sutisna Senjaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat,Jumat (17/5). Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Setiawan menyebutkan, ketersediaan uang tunai untuk masyarakat masih mencukupi di tengah wabah virus corona (Covid-19).
Foto: Antara/Adeng Bustomi
Petugas Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tasikmalaya menyiapkan uang pecahan untuk layanan penukaran uang baru di Jalan Sutisna Senjaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat,Jumat (17/5). Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Setiawan menyebutkan, ketersediaan uang tunai untuk masyarakat masih mencukupi di tengah wabah virus corona (Covid-19).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Setiawan menyebutkan, ketersediaan uang tunai untuk masyarakat masih mencukupi di tengah wabah virus corona (Covid-19). Stok ini dapat memenuhi hingga Ramadhan dan Lebaran, yang biasanya mengalami peningkatan permintaan terhadap uang kertas.

Ketersediaan uang tunai semakin mencukupi mengingat adanya imbauan dari pemerintah kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik. Warga diminta melakukan lebih banyak kegiatan di rumah masing-masing. "(Dampaknya) Kebutuhan uang tunai akan menurun," tutur Rully ketika dihubungi Republika.co.id, Ahad (29/3).

Baca Juga

Hanya saja, Rully belum bisa memprediksi seberapa penurunan tersebut. Sebab, situasi saat ini menjadi hal baru yang pertama kali dialami Bank Mandiri. Tapi, ia memastikan, pihaknya berupaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat, termasuk terkait uang keratas.

Seperti diketahui, wabah Covid-19 menyebabkan aktivitas ekonomi melambat seiring dengan arahan pemerintah untuk melakukan social distancing dan bekerja dari rumah (Work From Home) sejak Maret. Pihak perbankan pun sudah mulai mengurangi jam operasional layanan.

Senada dengan Rully, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah juga menyebutkan, kebutuhan uang tunai kini jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, pasokan di perbankan pun masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu cemas dengan pasokan uang tunai.  

Dalam menghadapi Ramadhan dan Lebaran, Piter mengatakan, Bank Indonesia (BI) juga sudah mempersiapkan kebutuhan uang tunai. "BI pastinya telah memperhitungkan tingkat kebutuhannya," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement