Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 39 Anggota Jamaah Tabligh

Ahad 29 Mar 2020 15:21 WIB

Red: Bayu Hermawan

Petugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, hingga Selasa (24/3) pagi sebanyak 102 pasien ditangani di rumah sakit darurat itu, 71 orang diantaranya langsung dirawat

Petugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, hingga Selasa (24/3) pagi sebanyak 102 pasien ditangani di rumah sakit darurat itu, 71 orang diantaranya langsung dirawat

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Sebanyak 39 anggota Jamaah Tabligh menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Atlet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mengkonfirmasi sebanyak 39 orang anggota jamaah tabligh di Jakarta Barat, telah menjalani perawatan. Seluruhnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Baca Juga

"Jamaah tabligh yang sudah masuk 39 orang, WNI semua," kata Kasdam Jaya sekaligus Wakil Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Brigjen TNI M Saleh, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Ahad (29/3).

Saleh menyatakan Rumah Sakit Darurat Covid-19 menerima informasi awal dari Pemerintah Kota Jakarta Barat terkait rencana kedatangan sebanyak 208 orang terdiri atas 106 WNI dan 102 warga negara asing (WNA) pada Sabtu (28/3) malam. Para jamaah tabligh itu sebelumnya diisolasi di Masjid Kebon Jeruk yang dirujuk dan kemudian dievakuasi ke RS Darurat Covid-19.

Namun jumlah jamaah tabligh yang akan dirujuk ke RS Darurat sebanyak 203 orang karena lima WNA yang diisolasi itu akan langsung kembali ke negaranya, Palestina. "Sesuai data tadi malam dari Pemerintah Kota Jakarta Barat terdapat 203 orang. Namun yang datang baru 39 orang," katanya.

Dengan demikian, kata M Saleh, belum seluruh WNI dan WNA jamaah tabligh itu dievakuasi ke RS Darurat Covid-19, karena sebelumnya dikabarkan terdapat 97 WNA yang akan dirawat di sana pada Sabtu malam. Sebelumnya ratusan jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk dikenai status Orang Dalam Pemantauan (ODP), setelah tiga Warga Negara Indonesia (WNI) terpapar Covid-19 dan dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA