Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Korban Meninggal Akibat Corona di Italia Capai 10 Ribu Orang

Ahad 29 Mar 2020 09:38 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolandha

Salah satu sudut Kota Roma, Piazza Navona, tampak sepi, Rabu (18/3) akibat kebijakan lockdown. Italia mengalami krisis kesehatan akibat corona dan kekurangan tenaga medis.

Salah satu sudut Kota Roma, Piazza Navona, tampak sepi, Rabu (18/3) akibat kebijakan lockdown. Italia mengalami krisis kesehatan akibat corona dan kekurangan tenaga medis.

Foto: AP Photo/Andrew Medichini
Wilayah Lombardy mencatat jumlah kematian paling tinggi, yaitu 5.944 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Korban kematian akibat wabah virus corona di Italia mencapai 10 ribu lebih pada hari Sabtu (28/3). Dengan meningkatnya jumlah tersebut dapat dipastikan bahwa Italia akan memperpanjang lockdown nasional.

Baca Juga

Pejabat kesehatan Italia mengatakan 889 lebih banyak orang meninggal dalam 24 jam sebelumnya. Ini merupakan jumlah harian tertinggi kedua sejak epidemi muncul pada 21 Februari, dan total kematian mencapai 10.023 orang.

Kasus yang dikonfirmasi meningkat sekitar 6.000 menjadi 92.472 kasus, jumlah kasus kedua tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Para pejabat mengatakan jumlah itu akan lebih buruk tanpa lockdown secara nasional.

“Tanpa langkah-langkah ini, kita akan melihat angka yang jauh lebih buruk dan layanan kesehatan kita akan berada dalam keadaan yang jauh lebih dramatis. Kami akan berada dalam situasi yang tidak berkelanjutan,” kata Angelo Borelli, kepala Perlindungan Sipil.

Italia adalah negara Barat pertama yang memberlakukan pembatasan berat pada gerakan setelah mengungkap wabah ini lima minggu lalu. Sejak itu, Italia semakin memperketat pembatasan terhadap penduduknya. Adanya kenaikan jumlah kematian memudarkan harapan bahwa pembatasan ini dapat dilonggarkan pada Jumat depan.

"Ada elemen yang membuat kami percaya bahwa semua berakhirnya ketentuan 3 April harus ditunda," kata Menteri Perindustrian Stefano Patuanelli.

Wilayah Lombardy, yang telah menanggung penyebaran terburuk, mencatat 542 kematian baru, sehingga jumlah totalnya menjadi 5.944. 

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan pada konferensi pers setelah angka dirilis bahwa ia telah menyetujui paket baru senilai 4,7 miliar euro, dari langkah-langkah untuk membantu mereka yang paling terpukul, termasuk voucher belanja dan paket makanan.

Conte telah mendesak Uni Eropa untuk meluncurkan ikatan pemulihan untuk membantu mendanai tanggapan terhadap wabah virus corona. Dia mengatakan kegagalan untuk mengatasi keadaan darurat akan menjadi kesalahan tragis untuk blok tersebut.

Pada Sabtu, Conte mengatakan bahwa instrumen utang umum diperlukan untuk mempelopori rencana pemulihan dan investasi kembali Eropa untuk mendukung ekonomi seluruh wilayah. Menteri Pendidikan Lucia Azzolina telah mengatakan penutupan sekolah dan universitas yang dimulai pada 5 Maret, harus diperpanjang 3 April lalu.

Menteri Italia untuk wilayah selatan menyatakan keprihatinan tentang potensi ketegangan sosial dan kerusuhan sipil di daerah yang lebih miskin jika, seperti yang diperkirakan, epidemi bergerak ke selatan. "Saya khawatir bahwa kekhawatiran yang memengaruhi sebagian besar populasi atas kesehatan, pendapatan, dan masa depan, dengan kelanjutan krisis, akan berubah menjadi kemarahan dan kebencian," kata Menteri Giuseppe Provenzano.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA