Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

115 Kampung Tangguh di Yogya Dilatih buat Disinfektan

Ahad 29 Mar 2020 10:20 WIB

Red: Muhammad Akbar

Pekerja membuat bilik sterilisasi Konter Sehat di Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Cipta Karya Serengan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2020). Bilik penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi otomatis tersebut diproduksi sebagai upaya membantu pemerintah untuk antisipasi penyebaran COVID-19 di Kota Solo

Pekerja membuat bilik sterilisasi Konter Sehat di Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Cipta Karya Serengan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2020). Bilik penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi otomatis tersebut diproduksi sebagai upaya membantu pemerintah untuk antisipasi penyebaran COVID-19 di Kota Solo

Foto: ANTARA/maulana surya
Harapannya warga bisa mempraktikkannya sendiri

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Sebanyak 115 Kampung Tangguh bencana di Kota Yogyakarta memperoleh pelatihan pembuatan disinfektan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat untuk memudahkan warga melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri di wilayah masing-masing.

“Pelatihan sudah kami lakukan sejak Kamis (26/3) hingga Sabtu (28/3). Harapannya warga bisa mempraktikkannya sendiri sehingga bisa melakukan penyemprotan secara mandiri karena bahan-bahan disinfektan mudah diperoleh,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Ahad (29/3).

Menurut Hari, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan cairan disinfektan cukup mudah diperoleh, di antaranya kaporit atau bisa juga menggunakan pemutihpakaian. Jika baunya masih dirasa menyengat, maka bisa ditambahkan pewangi pakaian atau pembersih lantai.

“Tentunya ada komposisi masing-masing cairan yang dilarutkan sehingga disinfektan pun berfungsi dengan baik untuk membunuh kuman,” katanya.

Cairan disinfektan bisa dimasukkan ke dalam alat penyemprot sederhana seperti untuk penyemprot pupuk tanaman atau cukup menggunakan lap. “Tidak perlu menggunakan alat penyemprot besar seperti yang digunakan petugas BPBD,” katanya.

Meskipun cairan disinfektan bisa dibuat secara mandiri untuk kebutuhan rumah tangga, namun Hari mengingatkan warga agar tetap menggunakan alat pelindung diri saat melakukan penyemprotan menggunakan disinfektan yaitu masker, kacamata, dan sarung tangan.

“Untuk barang-barang elektronik sebaiknya tidak disemprot karena dikhawatirkan justru bisa berbahaya. Cukup dilap saja dengan cairan secukupnya,” katanya.

Selain memberikan pelatihan kepada kampung tangguh bencana, BPBD Kota Yogyakarta juga akan mengajak komunitas untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Saat pelatihan juga memperhatikan imbauan physical distancing sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona,” katanya.

Sebelumnya, BPBD Kota Yogyakarta juga telah bekerja sama dengan kelurahan untuk melakukan pembersihan dan penyemprotan tempat umum, salah satunya di kawasan Kotabaru, meliputi RS Bethesda, Balai RT/RW, Paroki Kotabaru, Masjid Jami Attaqwa, Masjid Fisabilillah, Masjid Al Hijrah, Susteran Kotabaru dan area sekitar Jalan Kotabaru.

BPBD Kota Yogyakarta juga melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah sekolah. “Harapannya, masyarakat pun memiliki kesadaran untuk tetap menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan dan mematuhi imbauan untuk physical distancing,” katanya.



sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA