Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Banda Aceh Terapkan Lockdown Parsial Cegah Wabah Covid-19

Ahad 29 Mar 2020 07:36 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Personil Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh melakukan razia pada warung kopi (warkop) yang masih melayani konsumen di Banda Aceh, Aceh, Senin (23/3/2020).

Personil Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh melakukan razia pada warung kopi (warkop) yang masih melayani konsumen di Banda Aceh, Aceh, Senin (23/3/2020).

Foto: ANTARA/irwansyah putra
Lockdown parsial, terutama di kawasan tempat tinggal pasien yang terpapar Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Kota Banda Aceh akan segera menerapkan lockdown parsial demi mencegah penyebaran wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 meluas di ibu kota Provinsi Aceh, setelah dua orang warganya dinyatakan positif. "Kota Banda Aceh akan memberlakukan lockdown parsial, terutama di kawasan tempat tinggal pasien yang terpapar Covid-19, dan kawasan yang sudah terdata orang dalam pemantauan (ODP)," tegas Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar di Banda Aceh, Sabtu (29/3).

Baca Juga

Pernyataan ini dikeluarkan pihaknya sebagai salah satu kebijakan dari belasan poin penting yang disepakati dirinya selaku pimpinan DPRK bersama Wali Kota Aminullah Usman di pendopo wali kota Banda Aceh, Jumat (27/3) malam. Dia mengatakan, akan segera menyurati pemerintah setempat agar Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh, segera dapat memberlakukan lockdown parsial. Selain itu juga mengusulkan lockdown untuk seluruh wilayah di Propinsi Aceh.

Pemkot Banda Aceh juga akan mendesak Pemerintah Aceh agar pihak terkait di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang di Aceh Besar ditutup, karena setiap harinya ada puluhan dan bahkan ratusan penumpang tiba dari Jakarta sebagai kawasan suspect Covid-19.

"Artinya setiap hari ada puluhan atau mungkin ratusan ODP masuk ke Kota Banda Aceh atau menyebar ke seluruh Aceh. Sedikitnya ada 265 ribu jiwa merupakan warga Kota Banda Aceh yang harus dilindungi," katanya.

Pemko setempat akan meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mendesak pihak Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan agar Terminal Type A Batoh dapat dibatasi atau ditutup, terutama bus yang tiba dan menuju ke Kota Medan, Sumatra Utara. "Kepada bus angkutan barang akan diperiksa secara selektif dengan melibatkan pihak terkait, dan pihak keamanan. Pintu masuk dari Pelabuhan Ulee Lheu akan diperketat sebagai pengawasan, terutama bagi orang asing," terang dia.

"Begitu juga dengan petugas yang melakukan pengawasan terhadap orang masuk melalui Terminal L300 di Lueng Bata akan diperketat," tutur Farid Nyak Umar.

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani meminta masyarakat di provinsi tersebut tidak panik, namun terus meningkatkan kewaspadaan seiring dengan bertambahnya kasus dinyatakan positif virus corona jenis baru yang menjadi empat orang. "Kami baru saja mendapatkan hasil swab PDP dalam perawatan di RSUD Zainoel Abidin, dan ternyata ada penambahan (tiga orang) positif Covid-19 di Aceh," katanya.

Ia mengatakan, ketiga warga positif Covid-19 itu, yakni pasien nomor 966 jenis kelamin laki-laki berumur 40 tahun warga Aceh Besar, lalu pasien 967 perempuan berumur 60 tahun, dan pasien 968 laki-laki berumur 60 tahun yang keduanya warga Banda Aceh. Seperti diketahui, satu kasus positif Covid-19 pertama di Aceh telah meninggal dunia awal pekan ini berinisial AA laki-laki berusia 56 tahun asal Lhokseumawe, Aceh, ketika masih dalam status pasien dalam lengawasan (PDP) di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. "Dengan demikian di Aceh saat ini sudah ada empat orang yang positif Covid-19," terang Saifullah.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA