Ahad 29 Mar 2020 07:24 WIB

China Kirim Pasokan Medis ke Pakistan

China mengirim ventilator, masker dan peralatan medis lainnya.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
China mengirim ventilator, masker dan peralatan medis lainnya ke Pakistan.
Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando
China mengirim ventilator, masker dan peralatan medis lainnya ke Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- China kirim pesawat yang berisi personil dan pasokan medis ke Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bantuan itu untuk mengatasi penyebaran virus corona di salah satu negara yang paling padat di dunia.

China memainkan peran sebagai pemimpin dalam penanggulangan pandemi virus yang kini disebut Covid-19. Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi menyambut rombongan dokter dan pejabat China di bandara Islamabad.

Baca Juga

Bantuan yang dikirimkan pada Sabtu (28/3) itu China mengirim ventilator, masker dan peralatan medis lainnya. Sebelumnya mereka juga sudah mengirimkan masker.

Pakistan salah satu negara yang terlibat dalam proyek Belt and Road Initiative. Proyek infrastruktur yang menghubungkan Asia selatan dan tengah dengan China. Saat ini Negeri Tirai Bambu juga pemasok utama persenjataan Pakistan dengan rudal yang mampu membawa senjata nuklir.

Pakistan yang memiliki 220 juta orang saat ini sudah mengkonfirmasi 1.408 kasus Covid-19. Termasuk 11 kematian yang disebabkan oleh virus tersebut. Sebagian besar pasien yang terinfeksi baru pulang dari Iran.

Pakistan sudah menutup perbatasan dengan Iran dan Afghanistan. Tapi negara Asia Selatan itu dikritik karena lambatnya merespons penyebaran Covid-19.

Walaupun pandemi Covid-19 sudah menyebar di Pakistan tapi pihak berwenang negara itu masih membiarkan puluhan ribu ulama di seluruh dunia untuk menggelar acara keagamaan selama tiga hari di timur Lahore. Saat ini sekitar 200 ulama di karantina di lokasi pertemuan tersebut, sebuah kompleks kelompok Islam Jamaah Tabligh.

Banyak ulama yang menghadiri pertemuan tersebut pulang ke negara masing-masing, sebagian membawa virus corona.

Dua laporan kasus pertama di Jalur Gaza orang yang menghadiri pertemuan di Pakistan dan sekarang sedang dikarantina Gaza.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menolak untuk memberlakukan karantina wilayah. Menurutnya hal itu akan sangat membebankan negara berkembang tersebut.

Namun ia memerintahkan agar bisnis-bisnis tidak esensial di tutup. Seperti restoran, lembaga penukaran valuta asing dan gedung pernikahan.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement