Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

India Fasilitasi Warganya yang Ingin Pulang Kampung Halaman

Sabtu 28 Mar 2020 23:50 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nashih Nashrullah

Kebijakan fasilitas pulang kampung di India untuk memudahkan warga.  Petugas militer berjaga di Gauhati, India, Rabu (25/3).

Kebijakan fasilitas pulang kampung di India untuk memudahkan warga. Petugas militer berjaga di Gauhati, India, Rabu (25/3).

Foto: Rafiq Maqbool/AP
Kebijakan fasilitas pulang kampung di India untuk memudahkan warga.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI – Pihak berwenang mengirim armada bus ke pinggiran ibu kota India untuk membantu warga yang berusaha untuk pulang kampung, Sabtu (28/3). Mereka memutuskan untuk tetap pergi meski transportasi publik telah ditangguhkan karena lockdown

Pemerintah negara bagian Uttar Pradesh, yang berbatasan dengan New Delhi, mengirim armada bus umum dan pribadi bekapasitas 52 ribu orang. Juru bicara pemerintah negara bagian, Awanish Awasthi, mengatakan armada itu diterjunkan ke daerah jalan layang di perbatasan Delhi, tempat ribuan orang terdampar.

Pemerintah juga mengirim tim medis untuk menyaring penumpang bus di halte bus kota.  Awasthi menyatakan, di halte tersebut juga telah disediakan jip dan van polisi yang akan mengantar orang-orang ke kampung halaman.

Baca Juga

Ribuan orang yang sebagian besar pekerja harian laki-laki dan beberapa anggota keluarga memutuskan meninggalkan rumah di New Delhi. Keputusan itu diambil setelah Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan isolasi wilayah selama 21 hari sejak Rabu (25/3).

Proyek-proyek konstruksi, layanan taksi, tata graha, dan pekerjaan sektor informal lainnya terhenti secara tiba-tiba. Modi mengatakan langkah ekstrem diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus corona di India yang telah mengonfirmasi 775 kasus dan 19 kematian.

Keputusan itu sangat mempengaruhi kondisi masyarakat India kelas bawah yang bergantung pada pekerjaan informal itu. Mereka khawatir tidak bisa bertahan hidup ketika seluruh aktivitas ditangguhkan. 

Ram Bhajan Nisar, seorang pelukis dengan istri dan dua anaknya adalah bagian dari kelompok yang berangkat dengan berjalan kaki dari New Delhi ke Gorakhpur, sebuah desa di perbatasan dengan Nepal sekitar 650 kilometer. "Bagaimana kita bisa makan jika kita tidak menghasilkan?" kata Nisar.

Nisar menyatakan, keluarganya memiliki cukup waktu untuk membuatnya empat atau lima hari tanpa bekerja. 

Namun, tidak bekerja selama tiga minggu penuh akan sangat menyulitkan untuk hidup. Dia dan keluarga pun merupakan bagian yang mendapatkan fasilitas bus ke distrik Uttar Pradesh di Shahjahanpur.

Pejabat tertinggi di New Delhi, Arvind Kejriwal, mengatakan pemerintah Uttar Pradesh dan pemerintah Delhi telah mengatur bus untuk para pekerja yang terdampar. "Saya masih mengimbau semua orang untuk tetap di tempat mereka sekarang," katanya.

Kejriwal mengatakan, pemerintah telah mengatur untuk tempat tinggal, makan, minum dan segala sesuatunya di Delhi. "Silakan tinggal di rumah Anda. Jangan pergi ke desamu. Jika tidak, tujuan dari kuncian akan berakhir," ujarnya.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA