Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Organisasi Kristen dan Katolik Serukan Ibadah di Rumah

Ahad 29 Mar 2020 00:35 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto

Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menyemprotkan cairan disinfektan di area Gereja Katedral Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung (Ilustrasi).

Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menyemprotkan cairan disinfektan di area Gereja Katedral Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung (Ilustrasi).

Foto: REPUBLIKA
Tradisi kristiani membangun spiritualitas berbasis keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh agama Kristen dan Katolik menyerukan jemaatnya dan organisasinya untuk beribadah dari rumah masing-masing dan menjaga jarak untuk sementara waktu. Upaya ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jacklevyn Manuputty mengaku, pihaknya terpanggil untuk terlibat dalamupaya menanggulangi penyebaran Covid-19 sebagai tanggung jawab turut serta dalam elemen bangsa ini mengatasi Covid-19. "Sejak 13 Maret 2020, persekutuan gereja telah mengimbau kepada seluruh anggota gereja di Indonesia untuk menjaga jarak aman, memindahkan ibadah yang sifatnya kerumunan di gereja di rumah masing-masing," ujarnya saat video conference pandangan tokoh agama mengenai mengatasi peredaran Covid-19, di akun youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (28/3).

Sementara dalam rangka menghadapi paskah dan jumat agung, pihaknya juga telah memberikan panduan teknis melakukannya dari rumah. Dia memastikan, ibadah ini tidak mengurangi iman. Tak hanya itu, dia menyebutkan, ibadah doa juga bisa dikirimkan lewat media sosial, mengontak sesama anggota keluarga dan membagi kesan energi positif dan membangun keintiman kepada Tuhan. 

"Jadi, tinggal di rumah bukan berarti bisa piknik, tetap ambil jarak aman dari kontak aman kontak fisik, cuci tangan pakai sabun, pakai masker, lindungi diri sendiri, dan lakukan tindakan produktif ibadah maupun kerja dari rumah," ujarnya.

Ia menilai, hal ini adalah tradisi kristiani membangun spiritualitas berbasis keluarga, mengumpulkan seluruh anggota keluarga, membangun keintiman membangun kekerabatan, spiritualitas keluarga masing-masing terarah kepada Tuhan.

Selain itu, dia menyebutkan, di tengah keluarga bisa membangun literasi dan edukasi mengenai Covid-19. Tujuannya, dua melanjutkan, untuk mendidik supaya solider kepada korban yang terdampak maupun yang meninggal seperti tenaga medis dan relawan.

Di tempat yang sama Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Steve menyerukan umat Katolik bersama-sama dengan elemen masyarakat lain dan pemerintah untuk melawan Covid-19. Karena itu, pihaknya meminta dukungan seluruh umat Katolik dengan tekun berdoa supaya bisa lepas dari wabah ini. 

"Tetapi kita mendoakan bukan dari kerumunan melainkan dari rumah kita masing-masing. Seluruh umat diharapkan mengikuti perayaan gereja-gereja yang diikuti uskup dan imam tanpa hadir bersama," ujarnya.

Dia meminta, umat Katolik bisa melakukan live streaming ketika berdoa. Bahkan uskup meminta seluruh umat memberikan dukungan lewat gerakan solidaritas di tempat masing-masing. 

"Diharapkan mengikuti petunjuk supaya dipatuhi, ditaati. Kita diminta membantu orang-orang terdampak persoalan ini," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA