Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Angkasa Pura I Akui Covid-19 Berdampak Terhadap Pendapatan

Ahad 29 Mar 2020 05:25 WIB

Red: Nidia Zuraya

Angkasa Pura I

Angkasa Pura I

Foto: angkasapuraproperti.co.id
Pendapatan Angkasa Pura saat ini sekitar 20 persen di bawah target.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura I mengakui bahwa wabah virus Corona (Covid-19) telah terasa dampaknya terhadap pendapatan perseroan. Hal ini menyusul menurunnya volume penerbangan.

"Dampak terhadap pendapatan cukup signifikan, saat ini sekitar 20 persen di bawah target, apalagi kalau makin banyak penerbangan yang cancel," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi melalui video konferensi, Sabtu (28/3).

Ia mengemukakan sebanyak 18.300 penerbangan telah dibatalkan pada periode Januari-Maret 2020 seiring wabah Covid-19 yang meluas di Indonesia. "Porsinya yang dominan adalah untuk domestik, domestik itu sekitar 14.000-an, sisanya internasional," paparnya.

Menurut dia, pembatalan penerbangan itu dikarenakan jumlah penumpang yang mengalami penurunan cukup drastis sehingga membuat sejumlah perusahaan penerbangan memutuskan untuk menghentikan penerbangan sementara.

"Kondisinya sampai kapan tergantung pada 'demand traffic' yang ada saat ini," ucapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, perseroan tetap menjaga layanan tetap maksimal. "Yang penting adalah 'level of service'-nya tetap harus kita jaga, 'level of security'-nya tetap dijaga secara maksimal," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa perusahaan pelat merah berkomitmen tetap memberikan pelayanan ke masyarakat dan siap rugi di tengah wabah Covid-19.

"Pada saat-saat ini, BUMN seperti Angkasa Pura, Kereta Api Indonesia harus siap rugi karena harus melayni masyarakat," ujar Menteri Erick, Selasa (24/3).

Erick menegaskan BUMN akan tetap beroperasi dan melayani masyarakat, begitu pun dengan kementerian. "Kita tidak tutup, seperti di Kementerian pun saat ini kita tinggal 15 persen, bukan berarti kita tidak bekerja," ucapnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA