Sabtu 28 Mar 2020 17:18 WIB
Islam di Rusia

Kisah Resimen Tentara Islam di Rusia

Kisah leguin tentara Islam di Rusia.

Pada abad ke-16 Rusia berubah menjadi negara multinasional. Tentara Rusia sejak saat itu komponen terpentingnya dari berbagai bagian wilayah negara Rusia. Tak hanya multietnis, angkatan darat Rusia juga terdiri atas penganut berbagai macam agama. Salah satu petinggi tentara Rusia yang Muslim adalah Jendral Bashkirs (Bashkir adalah sebuah wilayah di Republik Federal Rusia).

Dimasukkannya wilayah Bashkortostan (sebutan untuk wilayah Bashkir) secara sukarela ke dalam Rusia pada abad ke-16 menjadikan orang Bashkir seakan punya dasar untuk mempertahankan hak mereka atas tanah, pemerintah daerah, dan berikut agama Islam. Orang Bashkir mengabdi di ketentaraan Rusia melalui resimen kavaleri. Dia berpartisipasi dalam Perang Livonia, pembebasan Moskow dari penjajah Polandia pada tahun 1612, perang melawan Swedia dalam Perang Tujuh Tahun di Jerman (1756-1763), dan berbagai perang lainnya yang dilakukan oleh Rusia.

Bahkan, setelah formasi angkatan laut Rusia dan reformasi militer yang dilakukan oleh Kaisar Rusia Peter Yan Agung, resimen kavaleri Bashkir tetap memiliki struktur yang tidak seperti biasa. Resimen ini punya peraturan internal mereka. Ada sebutan imam dalam struktur pasukan mereka.

Alasan hal ini diambil karena tidak hanya meningkatkan efisiensi pasukan kavaleri Bashkir, tetapi juga menjadi titik kelemahan posisi Rusia yang berada di wilayah Bashkortostan pada abad 17-18. Kala itu Bashkirs sering mengambil bagian dalam kampanye militer Rusia sebagai hukuman atas partisipasi mereka dalam pemberontakan besar di Bashkortostan yang merupakan reaksi keras mereka terhadap penindasan bertahap mereka oleh Kekaisaran Rusia. Selama rusuh itu Bashkortostan hidup dalam kerusuhan permanen selama tiga kuartal pertama abad ke-17.

            ****

Di antara para leguin tentara dari Baskir lengkapnya ada yang terkenal dengan 'Bashkir Tarkhan (Pangeran)'. Orang itu adalah Aldar Isyangildin. Dia adalah dalang dan pemimpin pemberontakan Bashkir pada 1705-1709. Dialah yang memerintahkan warga untuk menyerang dan menghancurkan banyak benteng Rusia, permukiman Rusia di lembah Sungai Belaya, Sungai Kama, dan di Volga. Dia juga dikenal sangat mementingkan pembukaan madrasah baru di Bashkortostan dengan cara mengundang guru-guru dari Khiva, Bukhara, dan Daghestan.

Pada 1756-1763, ada 12 resimen berjumlah 15 ribu dari Bashkir. Mereka di bawah komando Jenderal Apraksin yang pernah bertempur dalam Perang Tujuh Tahun. Tentara asal Bashkir ini menunjukkan keberanian dalam pertempuran Gross-Jägersdorf di dekat Königsberg. Resimen Bashkir memberikan kontribusi signifikan terhadap kemenangan pasukan Rusia yang dipimpin oleh Jenderal Saltykov melawan tentara Prusia pada Pertempuran Kunersdorf dekat Frankfurt.

Pada 1760 kala Jenderal Chernyshev untuk sementara merebut Berlin, resimen Bashkir ini berada di garis depan tentara Rusia selama penyerangan dan penangkapan perusuh kota. Patroli Bashkir berhasil mempertahankan ketertiban di daerah-daerah perkotaan dan institusi-institusi Berlin. Mengapa hal ini bisa dilakukan? Pasalnya, di resimen ini ada larangan yang sesuai ajaran Islam untuk tidak minum minuman keras. Inilah yang mendisiplinkan tentara Bashkir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement