Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Trump Doakan Kesembuhan PM Inggris dari Covid-19

Sabtu 28 Mar 2020 15:52 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson positif terinfeksi Covid-19. Ilustrasi.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson positif terinfeksi Covid-19. Ilustrasi.

Foto: EPA
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson positif terinfeksi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson positif terinfeksi virus corona tipe baru atau Covid-19, Jumat (27/3). Kini dia melakukan upaya isolasi mandiri di kediamannya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendoakan kesembuhan bagi Johnson dan keduanya optimistis bekerja sama secara erat untuk mengalahkan pandemi global ini. "Presiden berharap perdana menteri cepat pulih dari coronavirus," kata juru bicara Downing Street dikutip Sky News.

Juru bicara Gedung Putih Judd Deere juga mengatakan, selama panggilan telepon kedua pemimpin, Trump dan Johnson sepakat untuk bekerja sama secara erat, bersama dengan G-7, G-20 dan mitra internasional lainnya untuk mengalahkan pandemi Covid-19 dan meningkatkan ekonomim global. "Kedua pemimpin juga menyatakan optimisme bahwa AS dan Inggris akan muncul lebih kuat dari sebelumnya," ujar Deere.

Dalam pernyataan melalui video di Twitter resminya, Johnson (55 tahun) mengkonfrimasi bahwa dia terinfeksi Covid-19. "Selama 24 jam terakhir saya telah mengalami gejala ringan dan dites positif terkena virus corona. Saya sekarang mengasingkan diri, tetapi saya akan terus memimpin tanggapan pemerintah melalui konferensi video saat kami memerangi virus ini," ujar Johnson.

Sementara Trump dan pejabat tinggi Gedung Putih sejauh ini dinyatakan negatif Covid-10 setelah beberapa waktu lalu dites. Namun, penyakit ini telah menginfeksi beberapa tokoh dalam memimpin perang melawan penyakit di Inggris.

Selain Johnson, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock juga dinyatakan positif terpapar korona. Di Ingrgis, terdapat 14.543 kasus Covid-19, dan 759 kematian akibat virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, China itu.

Baca Juga

Sementara AS kini berada pada posisi pertama di dunia yang memiliki jumlah kasus terbanyak yaitu sebanyak 104.256 kasus, dan 1.704 kematian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA