Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Italia Catat 969 Kematian Baru Corona dalam 24 Jam

Sabtu 28 Mar 2020 14:24 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya

Petugas mengusung peti jenazah di pemakaman Bergamo di Italia Utara, Senin (16/3). Bergamo adalah salah satu yang paling terdampak virus corona di Italia.

Petugas mengusung peti jenazah di pemakaman Bergamo di Italia Utara, Senin (16/3). Bergamo adalah salah satu yang paling terdampak virus corona di Italia.

Foto: Claudio Furlan/LaPresse via AP
Italia menjadi negara di posisi pertama dalam tingkat kematian global akibat corona.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Italia mencatat 969 kematian baru karena virus korona jenis baru atau Covid-19 hingga Sabtu (28/3). Angka ini merupakan lonjakan tertinggi dalam kurun waktu 24 jam sejak virus mewabah di Italia.

Menurut laman Guardian, Italia kini menjadi negara di posisi pertama dalam tingkat kematian global akibat virus yakni mencapai 9.134 jiwa. Negara Eropa itu juga kini berada pada posisi kedua menyalip Cina dalam hal jumlah kasus infeksi Covid-19 yang kini mencapai 86.498 kasus, dan tingkat kesembuhan berada pada taraf 55 persen atau sebanyak 10.950 orang telah sembuh dari virus di seluruh Italia.

Angka itu termasuk 66.414 infeksi yang naik pada Kamis 4.401. Kini Amerika serikat menjadi negara tertinggi dengan jumlah kasus infeksi terbesar mencapai lebih dari 100 ribu.

Dewan Kesehatan Tertinggi (CSS) Italia mengatakan, perpanjangan langkah-langkah karantina guna mengekang virus korona tidak dapat dihindari. "Kami tidak berada dalam fase penurunan yang nyata, tetapi dalam fase, meskipun bertambah, namun dalam masa penahanan," kata kepala CSS, Franco Locatelli dikutip Guardian, Sabtu (28/3).

Melansir BBC, wilayah utara Lombardy paling terpukul di negara itu karena peningkatan tajam dalam kematian akibat Covid-19. Ini mengikuti penurunan pada Kamis yang telah meningkatkan harapan wabah di sana bisa memuncak.

Ketakutan juga meningkat dari peningkatan kasus di bagian selatan negara Italia yang lebih miskin. Pada Kamis (26/3) Presiden wilayah Campania di sekitar Naples, Vincenzo De Luca mengatakan pemerintah pusat tidak menyediakan ventilator dan peralatan penyelamat hidup lainnya yang dijanjikan.

Baca Juga

"Pada titik ini ada kemungkinan nyata bahwa tragedi Lombardy akan menjadi tragedi di selatan," katanya.

Pada hari yang sama Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan semua Eropa akan dilanda resesi parah. Dia berjanji paket stimulus kedua untuk Italia senilai setidaknya 25 miliar euro.

Setiap hari adalah perjuangan bagi orang Italia untuk memahami skala tragedi dari krisis ini. Seolah-olah negara ini kehilangan populasi desa hari demi hari. Ada 541 kematian di wilayah Lombardy dalam 24 jam terakhir.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA