Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Penjual Udang Wuhan Mungkin Pasien Nol Covid-19

Sabtu 28 Mar 2020 12:19 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Indira Rezkisari

Seorang pekerja mengenakan pakaian Hazmat (Hazardous Material Suit) di sebuah pasar ikan yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1). Dari pasar di Wuhan ini diduga virus Covid-19 pertama menyebar.

Seorang pekerja mengenakan pakaian Hazmat (Hazardous Material Suit) di sebuah pasar ikan yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1). Dari pasar di Wuhan ini diduga virus Covid-19 pertama menyebar.

Foto: STR/ REUTERS
Pasien nol berarti ia adalah orang pertama yang positif virus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang penjual udang di pasar Wuhan, China, telah diidentifikasi sebagai salah satu korban pertama pandemik Covid-19. Bahkan, dimungkinkan wanita paruh baya itu adalah "pasien nol".

Wei Guixian (57), menurut Wall Street Journal, disebut-sebut sebagai orang pertama yang terdampak virus itu. Sebab, lokasi asal dia berjualan di pasar Huanan, Wuhan, dipercaya menjadi tempat penyebaran virus mematikan itu.

Berdasarkan laporan, pada 10 Desember 2019 lalu, Wei sedang bekerja meski ada gejala flu. Merasa flu itu merupakan kebiasaannya ketika musim dingin, Wei tak lantas khawatir berlebih dan memutuskan mengunjungi klinik kecil setempat pada hari yang sama untuk perawatan.

Kondisinya yang membaik menyebabkan Wei kembali bekerja sehingga kemungkinan pada saat itu penyebaran wabah dimulai. “Saya merasa sedikit lelah, tetapi tidak setelah tahun-tahun sebelumnya,” katanya seperti dilansir NY Post, Sabtu (28/3).

Wei kembali mengunjungi klinik setempat pada keesokan harinya, 11 Desember 2019, dan menerima suntikan. Namun, berbeda dengan sebelumnya, Wei merasa tidak lebih baik dan memutuskan untuk berobat ke rumah sakit di Wuhan.

"Dokter di rumah sakit tidak dapat menemukan apa yang salah dengan saya dan memberi saya pil," kata Wei.

Dia juga menyebut, setelah berobat, gejala yang dialaminya masih terasa dan tak kunjung sembuh. Bahkan, pada saat yang sama, ia juga merasa jauh lebih buruk daripada sebelumnya.

“Saya tidak memiliki kekuatan atau energi (setelahnya)," katanya.

Makin parah, Wei pada 16 Desember pergi ke Rumah Sakit Union Wuhan, yang merupakan RS terbesar di kotanya, untuk diperiksa. Dokter yang menanganinya menjelaskan bahwa penyakit yang dialami Wei merupakan penyakit 'kejam'. Dokter pun itu mengungkapkan pada Wei bahwa beberapa orang di pasar tempatnya berjualan juga telah datang berobat karena mengalami gejala sama.

Wei akhirnya dikarantina pada akhir Desember 2019 lalu. Lebih lanjut, pada 31 Desember, Komisi Kesehatan Kota Madya Wuhan mengungkapkan bahwa Wei merupakan satu di antara 27 pasien pertama yang dites positif Covid-19 dan satu dari 24 kasus dengan hubungan langsung ke pasar makanan laut.

Wei, yang sejak itu pulih dan meninggalkan rumah sakit pada Januari, mengeklaim kemungkinan penularan infeksi berasal dari salah satu toilet pasar. Pasar yang dimaksud adalah pasar tempatnya berjualan bersama penjual daging dan kebutuhan lainnya.

Berdasarkan informasi, salah seorang putri Wei dan keponakan dari suaminya juga disebut positif terdampak wabah itu. Hingga kini Wei dimungkinkan sebagai "pasien nol" di lokasi tersebut. Namun demikian, masih belum jelas apakah dia orang pertama yang pernah terkontak virus corona baru di negara itu atau tidak.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA