Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Polda Metro Jaya Gencar Bubarkan Kerumunan Warga

Sabtu 28 Mar 2020 08:03 WIB

Red: Nur Aini

Ilustrasi aparat kepolisian

Ilustrasi aparat kepolisian

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Warga Jakarta masih ramai di jalanan sehingga diminta membubarkan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya gencar membubarkan warga yang masih sering berkerumun di sejumlah lokasi di wilayah DKI Jakarta untuk mencegah penularan virus corona jenis baru (Covid-19).

Baca Juga

Pada Jumat (27/3) malam, warga yang berkerumun di sejumlah tempat, seperti di kawasan Jatinegara (Jakarta Timur) dan Cililitan dibubarkan oleh polisi. Aparat Kepolisian secara persuasif juga meminta agar pengemudi ojek daring (online) yang berkumpul di kawasan Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, untuk membubarkan diri.

Dirlantas Polda MetroJaya Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogodi mengatakan warga masih ramai di jalanan sehingga diminta untuk membubarkan diri. Dalam video yang beredar di media sosial, aparat Kepolisian menggunakan pengeras suara memintawarga yang masih berkerumun untuk membubarkan diri.

"Kami dari Polda Metro Jaya mengimbau kepada bapak untuk membubarkan diri, silahkan ke rumahnya masing-masing," kata petugas Jakarta, Sabtu (28/3).

"Silakan bapak yang ada di pojok, demi keselamatan bersama silahkan membubarkan diri, silahkan pulang ke rumah masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengatakan jajaran Polri telah membubarkan sebanyak 7.031 kerumunan massa sejak dikeluarkan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19).

"Sementara ini, sejak maklumat keluar pada 19 Maret 2020, sudah 7.031 kali kami lakukan pembubaran massa di seluruh Indonesia," ‎kata Jenderal Idham saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Kapolri menjelaskan kerumunan massa yang dibubarkan terdiri atas resepsi pernikahan hingga perkumpulan sejumlah warga yang bersantai di kafe maupun di tempat publik lainnya.

"Yang kami bubarkan termasuk acara resepsi di beberapa daerah, yang kumpul-kumpul di kafe, semua (jenis kerumunan) yang ada di maklumat," ungkapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA