Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Makanan Kaya Vitamin C Tingkatkan Kekebalan Tubuh dari Virus

Sabtu 28 Mar 2020 07:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Makanan Kaya Vitamin C Tingkatkan Kekebalan Tubuh dari Virus

Makanan Kaya Vitamin C Tingkatkan Kekebalan Tubuh dari Virus

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Masyarakat diminta menekankan keanekaragaman pangan di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ali Khomsan menganjurkan masyarakat lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C dan E untuk meningkatkan kekebalan tubuh di tengah ancaman virus corona atau Covid-19.

"Misalnya mengonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C di antaranya pepaya, jeruk, jambu biji dan sebagainya," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (27/3).

Kemudian juga sayur-sayuran yang mengandung vitamin C di antaranya yang memiliki daun hijau tua. Misalnya, daun singkong yang dapat menunjang kekebalan tubuh.

Namun, ia mengatakan sistem kekebalan tubuh tentunya tidak hanya tergantung pada makanan sumber vitamin C saja, melainkan juga tergantung pada makanan yang kaya akan zinc. "Makanan yang kaya zinc itu bisa dijumpai pada pangan hewani yakni daging-dagingan atau ikan," ujar dia.

Selain itu, dalam menerapkan imbauan pemerintah terkait bekerja dan belajar dari rumah, masyarakat juga harus tetap mengacu pada pola gizi seimbang, yakni menekankan adanya keanekaragaman pangan. Sehingga, masyarakat seharusnya mengonsumsi makanan rutin dengan prinsip keberagaman yang mengandung unsur empat sehat, baik itu makanan pokok, sayur, lauk maupun buah.

"Kalau itu bisa tersedia sepanjang waktu, maka kekebalan tubuh kita akan semakin baik," ujarnya.

Bahkan, ia juga menyarankan masyarakat sebaiknya tidak jajan di luar sebab diperkirakan akan mengonsumsi banyak lemak. Hal itu juga menyebabkan pola makan kurang berimbang.

Jika masyarakat makan di rumah, makanan berimbang lebih mudah dijumpai. Artinya, tidak akan mengonsumsi suatu makanan terlalu berlebihan dari segi porsi melainkan adanya keanekaragaman pangan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA