Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Allah SWT Turunkan Mukjizat Para Nabi Bukan untuk Melemahkan

Jumat 27 Mar 2020 10:42 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT menurunkan mukjiat untuk para nabi sesuai tuntunan masanya. Alquran/Ilustrasi

Allah SWT menurunkan mukjiat untuk para nabi sesuai tuntunan masanya. Alquran/Ilustrasi

Allah SWT menurunkan mukjiat untuk para nabi sesuai tuntunan masanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di masa lalu di zaman para nabi, Allah SWT menurunkan banyak mukjizat kepada mereka dengan berbagai maksud. Keluarbiasaan yang ada dalam mukjizat itu sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai ucapan Allah SWT.

 

Pakar tafsir terkemuka Indonesia, Prof Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya berjudul Mukjizat Alquran, mukjizat diturunkan Allah untuk membuktikan kebenaran para nabi. Bahwa diibaratkan dengan hadirnya mukjizat itu, Allah SWT benar-benar ‘berbicara’ kepada umat manusia.

Baca Juga

 

Ucapan Allah yang diibaratkan dalam mukjizat itu bermakna: “Apa yang dikatakan sang nabi adalah benar. Dia adalah utusan-Ku, dan buktinya adalah Aku melakukan mukjizat itu.” 

 

Mukjizat, menurut Prof Quraish, meski dari segi makna berarti melemahkan, namun dari segi agama ia sama sekali bukan dimaksudkan untuk melemahkan atau membuktikan ketidakmampuan yang ditantang. Mukjizat ditampilkan Allah melalui hamba-hamba pilihan-Nya guna membuktikan kebenaran ajaran Illahi.

 

Di sisi lain, beliau berpendapat bahwa bagi mereka yang percaya dengan risalah nabi, maka mereka tidak membutuhkan mukjizat dan tidak lagi ditantang untuk melakukan hal yang sama. Adapun mukjizat yang dialaminya hanya berfungsi memperkuat keimanan serta menambah keyakinan akan kekuasaan Allah SWT.

 

 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA