Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Banjir Bandang di Tiga Desa di Bandung Barat

Jumat 27 Mar 2020 08:22 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (26/3) sore menyebabkan meluapnya sungai Cidadap yang berakibat terjadinya banjir bandang di tiga desa yaitu Gununghalu, Desa Sirnajaya dan Desa Bunijaya, Kabupaten Bandung Barat. Kondisi sungai mulai normal sekitar pukul 20.00 Wib.

Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (26/3) sore menyebabkan meluapnya sungai Cidadap yang berakibat terjadinya banjir bandang di tiga desa yaitu Gununghalu, Desa Sirnajaya dan Desa Bunijaya, Kabupaten Bandung Barat. Kondisi sungai mulai normal sekitar pukul 20.00 Wib.

Foto: dok. BPBD Bandung Barat
Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cidadap.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - - Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (26/3) sore menyebabkan meluapnya Sungai Cidadap yang berakibat terjadinya banjir bandang di tiga desa yaitu Gununghalu, Desa Sirnajaya dan Desa Bunijaya, Kabupaten Bandung Barat. Kondisi sungai mulai normal sekitar pukul 20.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo mengatakan, akibat banjir bandang di Gununghalu ini. menyebabkan sawah terendam di Kampung Sadatar dan Kampung Tangsi. Sedangkan di Kampung Ciawitali jembatan bambu rusak ringan.

Selain itu di Kampung Cibanteng, sawah terendam dan di Kampung Leuwi Larangan sawah dan jalan lingkungan rusak 10 meter. Dua bedeng terendam di kompleks perkebunan Montaya. "Korban jiwa nihil," ujarnya, Kamis malam (26/3).

Sedangkan di Desa Sirnajaya katanya 11 bedeng dan 1 masjid terendam, 3 runah dan 1 pesantren serta satu kolam ikut terendam di Kampung Pasanggrahan, 2 rumah terendam di Kampung Ciawitali dan Cibolang.

"Jumlah kepala keluarga (KK) terdampak, 18 KK atau 150 Jiwa tersebar di tiga Desa Gununghalu, Sirnajaya, Bunijaya. Kerusakan alat rumah tangga di beberapa rumah yang terendam," ungkapnya.

Duddy mengatakan, pihaknya bersama aparatur kewilayahan desa, kecamatan, polsek, koramil, relawan bencana melakukan pendataan dan kaji cepat ke lokasi bencana. Selanjutnya, mengungsikan warga terdampak ke kerabat terdekat.

"Untuk pembersihan material banjir bandang akan dilakukan secara bergotong-royong bersama aparatur kewilayahan, masyarakat dan relawan bencana," katanya.

Ia mengatakan, segala bentuk perkembangan dilokasi bencana akan dilaporkan sesuai perkembangan karena terkendala cuaca dan minim pencahayaan.

Katanya, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga yaitu pembersihan material banjir bandang, perbaikan jembatan bambu, perbaikan jalan lingkungan, alat kebersihan keluarga dan paket sembako untuk warga terdampak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA