Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

MPU Aceh: Pengurusan Jenazah Ikuti Ketentuan Protokol Medis

Kamis 26 Mar 2020 23:57 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan sebelum membawa peti jenazah pasien suspect Corona ke liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan pengurusan jenazah pasien berstatus positif atau pun suspect virus corona harus mengikuti ketentuan petunjuk protokol medis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan sebelum membawa peti jenazah pasien suspect Corona ke liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan pengurusan jenazah pasien berstatus positif atau pun suspect virus corona harus mengikuti ketentuan petunjuk protokol medis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
MPU Aceh menyebut pelaksanaan fardhu kifayah kepada jenazah hanya bila memungkinkan

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR -- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan pengurusan jenazah pasien berstatus positif atau pun suspect virus corona harus mengikuti ketentuan petunjuk protokol medis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Keputusan tersebut ditetapkan dalam Taushiyah MPU Aceh yang tertuang dalam surat keputusan nomor 3 tahun 2020 tentang penanganan pasien wabah penyakit,” kata Kepala Sekretariat MPU Aceh, Murni di Banda Aceh, Kamis (26/3).

Ia menjelaskan pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah pasien yang meninggal karena wabah penyakit COVID-19 akan tetap dilakukan selama memungkinkan dan pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan petunjuk medis yang telah ditetapkan pemerintah.

"Semua proses pengurusan jenazah COVID-19 akan ditangani oleh pihak pemerintah melalui petugas yang ditunjuk. Begitu juga dengan proses pemakamannya, pemerintah yang akan melakukan," kata Murni.

Karena itu MPU Aceh meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota agar menyediakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap bagi semua petugas medis, petugas tajhiz mayat dan petugas lainnya yang diberi wewenang untuk mengurus jenazah pasien COVID-19.

"Kami berharap keluarga pasien dan masyarakat dapat mematuhi seluruh prosedur kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan demi kemaslahatan bersama," kata Murni.

Ia menambahkan MPU Aceh juga mengeluarkan fatwa bagi para petugas medis yang menangani pasien virus corona. Fatwa tersebut memberikan kemudahan bagi petugas medis dalam menunaikan kewajiban ibadahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA