Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pendonor Darah di PMI Tangerang Anjlok Hingga 70 Persen

Jumat 27 Mar 2020 05:46 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pendonor Darah di PMI Tangerang Anjlok Hingga 70 Persen. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukkan hand sanitizer dan masker saat mengambil darah pendonor di kantor PMI.

Pendonor Darah di PMI Tangerang Anjlok Hingga 70 Persen. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukkan hand sanitizer dan masker saat mengambil darah pendonor di kantor PMI.

Foto: Antara/Maulana Surya
Tak perlu khawatir, virus corona tidak menular melalui darah.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- PMI Kota Tangerang menyebutkan jumlah pendonor darah di Kota Tangerang menurun sekitar 60-70 persen akibat wabah virus corona atau Covid-19. Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang, Ade Kurniawan dalam keterangannya mengatakan, walau menipis tapi ia memastikan stok darah masih ada sampai saat ini.

“Sangat menurun, hampir 30-40 persen. Banyak pendonor yang membatalkan kegiatan donornya di instansi atau perusahaan. Di mal juga sepi,” ujar Ade, Kamis (26/3).

Ia menjelaskan, biasanya dalam hitungan per hari masuk di angka 350 pendonor. Namun, semenjak wabah corona hanya mencapai 100 pendonor saja.

“Kita terhambat akhirnya. Awalnya kita menargetkan 20 ribu darah untuk Bulan Suci Ramadhan dan usai Hari Raya Idul Fitri. Ini kita juga saat ini tetap gencar mengajak warga untuk mendonor. Kita door to door jemput bola saat wabah ini,” ujarnya.

Saat ini, PMI Kota Tangerang menerapkan status motivasi donor. Jadi, kata Ade, untuk pasien yang membutuhkan darah, harus membawa pendonor. Hal itu untuk menutupi stok darah yang ada.

Ade juga mengimbau kepada warga Kota Tangerang, Covid-19 tidak berpengaruh kepada donor darah. Sebab, penularan virus yang bermula berasal dari Kota Wuhan, China itu tidak melalui darah.

“Jadi banyak pasien, saudara kita yang membutuhkan darah. Karena tak hanya Covid-19 saja, disitu ada DBD, pendarahan saat ibu melahirkan, khususnya untuk penderita Thalasemia karena Thalasemia membutuhkan darah dua minggu sekali,” katanya.

“Jangan karena Covid-19 masyarakat nggak mau donor. Sebenarnya Covid-19 dengan donor darah tidak berpengaruh,” ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA