Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Corona; Orang Asia Cenderung Pakai Masker, Barat tidak

Jumat 27 Mar 2020 01:20 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Agus Yulianto

Pengendara motor melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Mural karya Serikat Mural Surabaya tersebut merupakan media edukasi kepada warga agar mencegah potensi penyebaran virus corona atau COVID-19, salah satunya dengan cara memakai masker saat beraktivitas di luar rumah

Pengendara motor melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Mural karya Serikat Mural Surabaya tersebut merupakan media edukasi kepada warga agar mencegah potensi penyebaran virus corona atau COVID-19, salah satunya dengan cara memakai masker saat beraktivitas di luar rumah

Foto: ANTARA/Moch Asim
Sejak dimulainya wabah virus corona, saran resmi dari WHO sudah jelas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika keluar dari rumah tanpa menggunakan masker di Hong Kong, Seoul, atau Tokyo hari ini, mungkin Anda akan mendapatkan tatapan protes dari orang sekitar. Sejak awal wabah virus corona, beberapa tempat telah sepenuhnya mewajibkan orang-orang menggunakan masker. Siapa pun yang terlihat tidak menggunakannya akan berisiko menjadi social pariahNamun, di banyak bagian lain dunia, dari Inggris dan Amerika Serikat hingga Sydney dan Singapura, masih bisa diterima orang-orang berjalan dengan wajah tanpa masker.

Alasan beberapa negara memakai masker sedangkan yang lain tidak bukan hanya tentang arahan pemerintah dan saran medis. Dilansir di BBC, Kamis (26/3), hal ini juga tentang budaya dan sejarah.

Sejak dimulainya wabah virus corona, saran resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah jelas. Hanya dua jenis orang yang harus memakai masker, yakni mereka yang sakit maupun menunjukkan gejala dan mereka yang merawat orang-orang yang diduga memiliki virus corona. 

Namun, di beberapa bagian Asia, setiap orang sekarang memakai masker karena hal ini dipandang lebih aman dan lebih pengertian. Di China daratan, Hong Kong, Jepang, Thailand, dan Taiwan,mereka berasumsi siapa pun bisa menjadi pembawa virus, bahkan orang sehat.  Jadi, dalam semangat solidaritas, Anda perlu melindungi orang lain dari diri Anda sendiri.

Beberapa pemerintah mendesak semua orang untuk memakai masker. Sementara itu, di beberapa bagian China, Anda bahkan bisa ditangkap dan dihukum karena tidak memakai masker. Sementara itu, di Indonesia dan Filipina, di mana ada kecurigaan bahwa ada banyak kasus yang tidak dilaporkan, sebagian besar orang di kota-kota besar telah mulai mengenakan masker untuk melindungi diri dari orang lain. 

Bagi banyak orang di negara ini, mengenakan masker adalah norma budaya, bahkan sebelum wabah virus corona. Hal ini bahkan telah menjadi mode pernyataan karena pada satu titik masker Hello Kitty adalah kemarahan di pasar jalanan Hong Kong.

Di Asia Timur, banyak orang terbiasa memakai masker saat sakit atau saat musim kering karena dianggap tidak sopan jika bersin atau batuk secara terbuka. Wabah virus SARS 2003 yang memengaruhi beberapa negara di kawasan itu juga membawa pulang pentingnya memakai masker, khususnya di Hong Kong, di mana banyak yang meninggal akibat virus itu.

Jadi, satu perbedaan utama antara masyarakat Asia Timur dan masyarakatnBarat adalah mereka telah mengalami penularan wabah sebelumnya. Ingatan mengenai hal ini masih segar dan menyakitkan.

Sementara itu, di Asia Tenggara, terutama di kota-kota berpenduduk padat, banyak yang memakai masker di jalanan hanya karena polusi Namun, hal itu belum menyebar di mana-mana di Asia. Di Singapura, pemerintah telah mendesak masyarakat tidak memakai masker guna memastikan pasokan yang memadai untuk petugas kesehatan. Karena itu, kebanyakan orang berjalan keluar tanpa menggunakannya. Ada kepercayaan publik yang substansial pada pemerintah sehingga orang cenderung mendengarkan saran tersebut. 

sumber : BBC
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA