Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

PBB: Pandemi Covid-19 Ancaman Umat Manusia di Bumi

Kamis 26 Mar 2020 20:01 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pandemi korona tipe baru atau Covid-19 merupakan ancaman seluruh umat manusia di dunia. Ilustrasi.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pandemi korona tipe baru atau Covid-19 merupakan ancaman seluruh umat manusia di dunia. Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Mary Altaffer
Lebih dari tiga miliar orang hidup di bawah tindakan isolasi akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, pandemi korona tipe baru atau Covid-19 merupakan ancaman seluruh umat manusia di dunia. Lebih dari tiga miliar orang, hidup di bawah tindakan isolasi karena melambungnya jumlah kematian akibat virus ini.

"Covid-19 mengancam seluruh umat manusia dan seluruh umat manusia juga harus melawan," ujar Guterres dilansir South China Morning Post. Korban kematian akibat pandemi Covid-19 kini mencapai lebih dari 21 ribu secara global.

Kematian akibat covid-19 di Italia dan Spanyol, melampaui China sebagai pusat pandemi. Begitupun dengan jumlah kasus, Amerika Serikat (AS) dinilai bisa menjadi pusat pandemi dengan jumlah kasusnya mencapai urutan ketiga setelah China dan Italia.

Guterres merilis permintaan dana dua miliar dolar AS untuk membantu negara-negara miskin dalam memerangi pandemi Covid-19 yang telah memengaruhi lebih dari 190 negara dan wilayah di dunia. "Tindakan global dan solidaritas sangat penting. Respons masing-masing negara tidak akan cukup," ujar Guterres.
 
Negara-negara utama G20 akan mengadakan konferensi video darurat pada Kamis (26/3) untuk membahas tanggapan global terhadap krisis, seperti halnya 27 pemimpin Uni Eropa, mengenai pusat episentrum baru yang sedang merebak. Kerusakan ekonomi dari virus karena lockdown, dan social distancing juga bisa menghancurkan. Kekhawatiran akan resesi di seluruh dunia lebih buruk daripada krisis keuangan lebih dari satu dekade lalu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA