Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Twitter, Facebook Alami Penurunan Iklan Karena Corona

Kamis 26 Mar 2020 23:15 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Usai Twitter, Kini Facebook Alami Penurunan Penjualan Iklan Karena Corona. (FOTO: TechCrunch)

Usai Twitter, Kini Facebook Alami Penurunan Penjualan Iklan Karena Corona. (FOTO: TechCrunch)

Wabah Corona menurunkan penjualan iklan Facebook.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Facebook mengatakan pada hari Selasa (24/3/2020) bahwa wabah Corona menurunkan penjualan iklan yang menyumbang hampir semua pendapatannya. Penjualan iklan bahkan tidak bertambah ketika lebih banyak pengguna menghabiskan waktu di jejaring sosial selama penguncian terkait virus.

"Kami tidak memonetisasi banyak layanan di mana kami melihat peningkatan keterlibatan pengguna, dan kami telah melihat melemahnya bisnis iklan kami di negara-negara yang mengambil tindakan agresif untuk mengurangi penyebaran COVID-19," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters, Rabu (25/3/2020).

Baca Juga: Mark Zuckerberg Ungkap Virus Corona Bikin Facebook 'Lembur' Jadi. . . Banyak Berubah!

Saham Facebook turun sekitar 1% setelah beberapa jam setelah kenaikan 8,7% dalam perdagangan reguler.

Perusahaan itu mengatakan pengiriman pesan di seluruh platformnya telah meningkat lebih dari 50% dibandingkan bulan lalu di banyak negara yang terkena dampak terburuk. Di Italia secara khusus, pengguna telah menghabiskan 70% lebih banyak waktu di aplikasinya.

Panggilan grup dengan tiga atau lebih peserta meningkat lebih dari 1.000% di Italia pada bulan lalu.

Baca Juga: Di Tengah Corona, Karyawan Facebook Dapat Bonus Rp15 Juta Loh

Sehari sebelumnya, Twitter melaporkan peningkatan pengguna aktif tetapi menarik prospek pendapatan kuartal pertama dan memperkirakan kerugian operasi akibat wabah.

Banyak pengiklan telah menarik anggaran pemasaran untuk mengendalikan biaya karena ketidakpastian terkait virus. Beberapa juga tampaknya ragu untuk beriklan bersama diskusi Corona karena takut mengaitkan merek mereka dengan topik sensitif.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA