Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

BI Pastikan Ketersediaan Uang Tunai

Kamis 26 Mar 2020 15:25 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Warga menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM). ilustrasi

Warga menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM). ilustrasi

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
BI mengajak nasabah bertransaksi secara nontunai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menjamin ketersediaan uang tunai yang beredar baik di pusat maupun daerah. Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, BI sudah menambah pasokan uang di ATM dengan uang baru sejak awal Maret penetapan masa darurat Covid-19.

"Kami sudah siapkan front loading, kami gantikan uang dengan yang cetakan baru, masyarakat tidak perlu khawatir ketersediaan dan higienitasnya," katanya, Kamis (26/3).

Uang yang diedarkan telah melewati penanganan kehigienisan dan melewati masa karantina sehingga terbebas dari virus. Perry mengatakan stok uang tunai jauh lebih dari cukup yakni sekitar enam bulan kebutuhan uang beredar, atau senilai Rp 450 triliun.

Meski demikian, Perry mengimbau agar masyakarat lebih menggunakan uang non-tunai. Kegunaannya, tidak hanya mencegah penyebaran Covid-19 yang bisa menempel di uang kertas, tapi juga membuat transaksi bisa lebih mudah dan singkat.
 
Transaksi elektronik seperti melalui mobile banking, dan dompet digital, juga bisa dilakukan dari rumah. Sehingga mendukung upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Sistem non-tunai juga sudah digunakan untuk program pemerintah, seperti memberikan bantuan sosial.

Perry terus mengampanyekan sistem pembayaran dengan metode QRIS. Mekanisme pembayaran dengan pindai kode QR ini bisa dilakukan melalui dompet digital, maupun mobile banking apa saja yang sudah berpartisipasi.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA