Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Kematian karena Corona di AS Capai 1.000

Kamis 26 Mar 2020 15:18 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Penumpang berjalan di lorong bandara yang sepi di Will Rogers World Airport, Kota Oklahoma, Amerika Serikat. Sejumlah maskapai terpaksa mengandangkan pesawat mereka karena pembatalan penerbangan internasional akibat wabah corona.

Penumpang berjalan di lorong bandara yang sepi di Will Rogers World Airport, Kota Oklahoma, Amerika Serikat. Sejumlah maskapai terpaksa mengandangkan pesawat mereka karena pembatalan penerbangan internasional akibat wabah corona.

Foto: AP Photo/Sue Ogrocki
AS mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat virus corona tipe baru atau Covid-19, Rabu (25/3). Sementara jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di seluruh negara bagian AS mencapai lebih dari 69 ribu kasus.

Dilansir worldometers, kematian akibat corona di seluruh AS mencapai 1.032, sementara orang yang terinfeksi mencapai 68.489 dan orang yang sembuh 394 orang. Lebih dari 200 kematian dari Covid-19 dilaporkan pada Rabu (25/3) waktu setempat di AS. Ini merupakan laporan angka tertinggi baru untuk kematian yang tercatat dalam satu hari.

Ahad pagi kurang dari empat hari yang lalu, total nasional adalah 326 kematian, menurut laporan data CNN yang berasal dari negara bagian. Pejabat melaporkan 223 kematian pada Rabu, peningkatan lebih tinggi dari hari lainnya. Para ahli mengatakan angka akan meningkat secara dramatis karena lebih banyak tes diberikan dan dianalisis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah memprediksi AS akan menjadi pusat pandemi baru. "Semakin agresif kita berkomitmen untuk menjaga jarak sosial  semakin banyak nyawa yang bisa kita selamatkan," kata Presiden Trump pada konferensi pers gugus tugas corona di Gedung Putih dikutip CNN, Kamis.

Senat AS kemudian meloloskan dana sebesar dua triliun dolar AS untuk membantu pekerja, bisnis, dan sistem perawatan kesehatan yang terdampak Covid-19. Pengajuan dana itu sudah kembali ke majelis rendah untuk persetujuan. Sekjen PBB Antonio Guterres telah meluncurkan permohonan bantuan kemanusiaan internasional senilai dua miliar dolar AS untuk membantu negara-negara miskin mengatasi pandemi Covid-19.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA