Kamis 26 Mar 2020 14:40 WIB

Jabar Anggarkan Rp 5 Triliun Bantu Warga Terdampak Covid-19

Masyarakat Jabar yang terkena dampak covid-19 ini ada sejuta orang.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, setelah dua kali menjalani tes Covid-19 dinyatakan negatif
Foto: istimewa
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, setelah dua kali menjalani tes Covid-19 dinyatakan negatif

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemprov Jabar menganggarkan dana Rp 5 triliun untuk membantu masyarakat Jabar yang ekonominya terdampak akibat wabah covid-19. Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berdasarkan kajian dari Tim Unpad dan Bappeda Jabar,  masyarakat Jabar yang terkena dampak covid-19 ini ada 1 juta orang. Mereka, harus diberi pertolongan.

"Mulai Minggu depan, mudah-mudahan lancar, kami akan mulai menyalurkan bantuan ke warga Jabar," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, di Gedung Sate, Kamis (26/3).

Baca Juga

Emil menjelaskan, 1 juta warga Jabar yang terdampak Covid-19 itu, di luar warga yang memang sudah terbiasa menerima bantuan dari pemerintah pusat. Sebab, mereka yang sudah punya kartu sembako menjadi wilayah pemerintah pusat.

"Nah kalau kami, fokusnya ke warga Jabar yang miskin baru atau Misbar kata Pak Menteri. Biasanya, hidup normal mereka tiba-tiba tak berpenghasilan dengan kondisi ini," katanya.

Menurut Emil, setiap warga terdampak tersebut akan mendapatkan bantuan Rp 500 ribu dari Pemprov Jabar. Yakni sepertiga bantuan, diberikan dalam bentuk cash dan sisanya dalam bentuk barang serta berhubungan dengan pangan.

"Ada dana Rp 5 triliun lebih yang akan kami perbantukan untuk menolong satu juta warga Jabar yang terdampak covid-19 ini," katanya.

Emil menjelaskan, anggaran Rp 5 triliun tersebut diperoleh dari dana APBD Jabar. Yakni dengan menghemat anggaran dinas, menggeser peruntukan dana anggaran desa dan menggeser proyek yang tak langsung ke rakyat. Selain itu, ada subsidi yang dipercepat.

"Selain itu, kami juga menggarkan dana Rp 13 triliun untuk program padat karya. Jadi, anggaran yang Rp 5 triliun itu anggaran tanggap darurat untuk pendapatan warga. Setelahnya, ada alokasi untuk padat karya," katanya.

Menurutnya, proyek padat karya ini harus dibuat agar warga yang tiba-tiba pengangguran bisa di kerjakan dipemerintah. Bahkan, saat nanti proyek swasta masuk pun akan diwajibkan untuk padat karya.

"Saya imbau dan memberi arahan pada 27 kabupaten/kota untuk memberi tambahan pada masyarakat yang terdampak ini sesuai kemampuannya. Jadi nanti yang diterima bisa lebih dari Rp 500 ribu," kata Emil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement