Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pemerintah Jaga Empat Aspek untuk Jamin Ketahanan Pangan

Kamis 26 Mar 2020 14:22 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Pedagang menjual berbagai komoditas kebutuhan pokok di pasar tradisional . ilustrasi

Pedagang menjual berbagai komoditas kebutuhan pokok di pasar tradisional . ilustrasi

Foto: ANTARA FOTO
Fokus pemerintah sekarang adalah menjaga ketersediaan bahan pangan pokok nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus menjamin ketahanan pangan dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa social distancing yang menimbulkan kepanikan. Setidaknya terdapat empat aspek yang dijaga pemerintah agar masyarakat dapat terus menjangkau kebutuhan pangan harian.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono, menuturkan, empat aspek tersebut yakni ketersediaan, pasokan, distribusi, dan stabilisasi harga. Empat aspek itu untuk menjaga 11 komoditas bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, di sektor ekonomi fokus kita sekarang adalah menjaga ketersediaan bahan pangan pokok untuk masyarakat," kata Susiwijono dalam teleconference BNPB, Kamis (26/3).

Susi mengatakan, untuk apsek ketersediaan sejak awal bulan, Kemenko Perekonomian selalu melakukan rapat koordinasi teknis dan monitoring bersama dua kali setiap pekan. Setiap pertemuan dilakukan pengecekan ketersediaan setiap bahan pokok harian dan perkiraan tambahan pasokan pangan impor.

Terlebih tepat sebulan ke depan Indonesia akan memasuki bulan Ramadhan di mana permintaan akan pangan bakal meningkat. "Kita juga perkirakan sampai di akhir tahun, jadi kita tahu ketahanan stok kita sekarang. Ini untuk ketersediaan," ujarnya.

Selanjutnya mengenai aspek pasokan, pemerintah melibatkn banyak sektor dunia usaha. Oleh karena itu, pemerintah sudah secara rutin mengundang aosiasi pengusaha, termasuk asosiasi pusat perbelanjaan, ritel, hingga industri makanan minuman, untuk saling berkoordinasi menjaga pasokan.

Pemantauan pasokan juga diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya panic buying yang diluar perkiraan. Oleh karena itu, pasokan yang tersimpan di setiap pelaku usaha harus mengikuti permintaan.

Adapun soal distribusi, Susiwijono menjelaskan, koordinasi dilakukan Kemenko Perekonomian dengan setiap pemerintah daerah. Sebab, luasnya cakupan wilayah tidak akan mampu diatasi sendiri oleh pemerintah pusat. Pemda diminta untuk mendukung kelancaran distribusi pangan ke masing-masing wilayah yang dipimpin.

Terakhir, yang terpenting yakni stabilisasi harga. "Pemerintah betul-betul menjaga harga 11 bahan pokok. Seperti kemarin gula naik di pasar dan ritel di Jakarta, kami akhirnya ambil kebijakan dan datangkan dari pusat produksi di Lampung dan Dumai demi stabilisasi," ujarnya.

Ia menegaskan, semua yang dilakukan setiap kementerian teknis sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Khususnya selama masa penanganan dampak dari wabah Covid-19.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA