Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pangeran Charles Positif Covid-19, Buckingham: Ratu Sehat

Kamis 26 Mar 2020 08:01 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Ratu Elizabeth II dilaporkan tetap dalam keadaan sehat meski putranya, Pangeran Charles, dinyatakan positif Covid-19 (Foto: Ratu Elizabeth II)

Ratu Elizabeth II dilaporkan tetap dalam keadaan sehat meski putranya, Pangeran Charles, dinyatakan positif Covid-19 (Foto: Ratu Elizabeth II)

Foto: Red Online
Ratu Elizabeth dinyatakan dalam kondisi sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratu Elizabeth II dilaporkan tetap dalam keadaan sehat meski putranya, Pangeran Charles, dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya, pertemuan terakhir ratu dengan Pangeran Charles dilakukan pada 12 Maret lalu.

Baca Juga

“Yang Mulia Ratu tetap dalam kesehatan yang baik. Ratu terakhir melihat Pangeran Wales sesaat setelah penobatan pada 12 Maret, dan mengikuti semua saran yang sesuai sehubungan dengan keselamatannya,” kata juru bicara Istana Buckingham kepada Fox News, Rabu (25/3).

Pangeran Charles (71 tahun) adalah putra tertua Ratu Elizabeth dan pertama dalam garis takhta Inggris. Kantornya mengkonfirmasi diagnosis positif dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi.

“Pangeran Wales terbukti positif mengidap virus corona. Dia telah menunjukkan gejala-gejala ringan, tetapi sebaliknya tetap dalam kesehatan yang baik dan telah bekerja dari rumah selama beberapa hari terakhir seperti biasa,” ujar Clarence House.

Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa istri Pangeran Charles, Camilla yang menyandang gelar Duchess of Cornwall (72 tahun) dinyatakan negatif Covid-19. Pasangan kerajaan itu berada di rumahnya, Burnham on the Balmoral Estate, di Skotlandia untuk mengasingkan diri.

photo
Pangeran Charles dan Ratu Elizabeth II - (Reuters)

Diagnosis Pangeran Charles ada setelah sang ratu mengambil langkah-langkah signifikan menjaga jarak di tengah pandemi virus corona yang sedang berkembang. Dalam sebuah pernyataan pada Selasa lalu, keluarga Kerajaan mengumumkan ratu akan mengasingkan diri sementara di Windsor Castle satu minggu lebih awal dari yang direncanakan. Ratu diperkirakan tetap tinggal di kastil, bahkan setelah periode Paskah.

“Sebagai tindakan pencegahan telah ada sejumlah perubahan pada buku harian The Queen. Audiensi yang berlangsung pekan ini di Istana Buckingham akan berjalan sesuai rencana, termasuk menerima Perdana Menteri, Komandan HMS Queen Elizabeth, dan Uskup Hereford. Audiensi selanjutnya akan ditinjau secara berkelanjutan, sejalan dengan saran kesehatan,” tulis pernyataan itu.

Pernyataan keluarga Kerajaan itu juga disertai sejumlah pembatalan acara terjadwal yang menghadirkan sejumlah besar orang. Layanan tahunan keluarga di Kapel St. George pada 9 April telah dibatalkan, tiga pesta kebun yang diselenggarakan sang ratu pada Mei juga tidak ada.

“Ketika (suami saya) Philip dan saya tiba di Windsor hari ini, kami tahu banyak individu dan keluarga di seluruh Inggris dan di seluruh dunia, sedang memasuki periode keprihatinan dan ketidakpastian yang besar,” kata dia.

Dia mengingatkan, otoritas kesehatan telah menasihati dan mengimbau masyarakat untuk mengubah rutinitas normal dengan pola hidup teratur untuk kebaikan komunitas. Bagi kebanyakan orang, virus corona hanya menyebabkan gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk.

Bagi beberapa orang lainnya, terutama orang tua dan yang memiliki masalah kesehatan, Covid-19 dapat menyebabkan penyakit lebih parah, termasuk pneumonia. Hingga Rabu pagi waktu setempat, jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 melampaui 420 ribu secara global.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA