Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Pekerja Gudang Amazon AS Positif Covid-19

Kamis 26 Mar 2020 07:44 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Sejumlah pekerja di delapan gudang Amazon di Amerika Serikat telah dinyatakan positif mengidap Covid-19 (Foto: Ilustrasi Amazon)

Sejumlah pekerja di delapan gudang Amazon di Amerika Serikat telah dinyatakan positif mengidap Covid-19 (Foto: Ilustrasi Amazon)

Foto: Flickr
Para pekerja tersebut berasal dari delapan gudang Amazon di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sejumlah pekerja di delapan gudang Amazon di Amerika Serikat telah dinyatakan positif mengidap Covid-19. Washington Post dan NPR melaporkan, para pekerja telah melakukan uji virus tetapi belum ada informasi mengenai jumlah kasus positif.

Kasus positif menyerang pekerja gudang Amazon di Shepherdsville, Jacksonville, Katy, Brownstown, Oklahoma City, dan Wallingford. Begitu pula pekerja di dua gudang terpisah yang berlokasi di New York, sehingga menjadi delapan lokasi.

Amazon telah menutup sementara sejumlah fasilitas tersebut untuk melakukan pembersihan. Pada situs resmi perusahaan, juru bicara Amazon mengatakan bahwa perusahaan mengambil langkah ekstrem untuk memastikan keselamatan semua karyawan.

Kabar muncul sepekan setelah petisi yang ditandatangani 1.500 pekerja gudang Amazon. Para karyawan menuntut perusahaan untuk mengambil lebih banyak tindakan pencegahan dan melindungi mereka dari virus corona Covid-19.

Sebelumnya, Amazon menyampaikan rencana untuk merekrut 100 ribu pekerja tambahan untuk mengimbangi peningkatan permintaan. Perusahaan juga memutuskan tidak akan menerima produk yang tidak penting dari vendor pihak ketiga untuk dikirim dari gudang.

Langkah tersebut agar bisa mengutamakan persediaan untuk produk lain yang permintaannya melonjak karena pandemi Covid-19. Belum diketahui apakah Amazon telah merealisasikan strategi tersebut usai kabar kasus positif para pekerja.

Secara global, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 375 ribu orang dan menyebabkan 16.300 kematian. Wabah telah memburuk di AS dalam beberapa pekan terakhir, dengan lebih dari 53.200 kasus positif dan 709 kematian, dikutip dari laman Mashable, Kamis (26/3).

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA