Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sampdoria Akhiri Isolasi Pemain

Kamis 26 Mar 2020 06:51 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah

Para pemain Sampdoria (ilustrasi). Sampdoria sudah mengakhiri isolasi pemain dan staf dan mengizinkan mereka yang negatic Covid-19 keluar rumah.

Para pemain Sampdoria (ilustrasi). Sampdoria sudah mengakhiri isolasi pemain dan staf dan mengizinkan mereka yang negatic Covid-19 keluar rumah.

Foto: Simone Arveda/ANSA via AP
Namun staf dan pemain yang tidak menunjukkan gejala dibolehkan keluar rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPDORIA -- Manajemen klub Sampdoria mengakhiri kebijakan isolasi seluruh staf dan pemain yang negatif terinfeksi virus corona (Covid-19). Mereka kini dapat keluar dari isolasi. Keputusan ini diambil karena staf dan pemain sudah menjalani karantina setelah beberapa di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga

Namun dalam pernyataan resmi klub, hanya staf dan pemain yang tidak menunjukkan gejala dibolehkan keluar rumah. "Seluruh pemain dalam kondisi baik dan tetap berlatih fisik di rumah mereka masing-masing," demikian pernyataan resmi mereka, dikutip Football Italia, Kamis (26/3). 

Pemain Sampdoria yang positif seperti  Manolo Gabbiadini, Albin Ekdal, Antonino La Gumina, Morten Thorsby, Fabio Depaoli, Bartosz Bereszynski dan Edgar Barreto dikabarkan masih mendapat perawatan medis. 

Walau diperbolehkan keluar rumah oleh klub, pemain Sampdoria tak serta merta bebas kelayapan. Sebab, Italia masih memberlakukan kebijakan lockdown. Warga hanya boleh keluar untuk keperluan tertentu. Hanya perjalanan yang benar-benar penting diizinkan otoritas setempat. 

Sampai Selasa (24/3) seperti diberitakan Reuters, total kasus virus corona di Negeri Piza itu sebanyak 69.176 kasus. Badan Perlindungan Sipil Italia mengatakan angka itu didapat karena Italia hanya melakukan tes virus corona pada orang-orang yang gejalanya sudah parah. 

Di satu sisi, lembaga itu memperkirakan kemungkinan angka orang yang terinfeksi virus corona di Italia bisa 10 kali lebih besar dari angka tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA