Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Donasi Covid-19 Spotify Tembus 10 Juta Dolar AS

Kamis 26 Mar 2020 06:36 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Donasi Covid-19 Spotify Tembus 10 Juta Dolar AS (Foto: ilustrasi aplikasi Spotify)

Donasi Covid-19 Spotify Tembus 10 Juta Dolar AS (Foto: ilustrasi aplikasi Spotify)

Foto: EPA
Donasi diberikan melalui organisasi nirlaba MusiCares dan Hel Musicians.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spotify meluncurkan proyek donasi musik Covid-19 untuk mengumpulkan dana bagi para musisi. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu komunitas musik dan mengatasi dampak kerugian bisnis setelah coronavirus.

Spotify memberikan sumbangan melalui organisasi nirlaba seperti MusiCares dan Help Musicians. Total kontribusi Spotify disebut mencapai 10 juta USD, dengan rincian donasinya akan disampaikan melalui laman Spotify Covid-19 Music Relief.

“Sejak awal pandemi COVID-19, Spotify telah melibatkan mitra di seluruh industri untuk membahas bagaimana kita dapat mendukung seniman dan komunitas kreatif yang telah sangat dipengaruhi oleh efek virus. Meskipun streaming terus memainkan peran penting dalam menghubungkan pembuat dengan penggemar mereka, banyak sumber pendapatan lain telah terganggu atau dihentikan sama sekali oleh krisis ini,” demikian pernyataan Spotify, seperti dilansir Music Row, Rabu (25/3).

Spotify juga mempersilakan siapa saja yang ingin berkontribusi untuk mengunjungi situs web Spotify untuk keterangan lebih lanjut. Bagi industri musik yang membutuhkan bantuan juga bisa mengajukan permohonan bantuan.

“Jika Anda seorang profesional industri musik yang membutuhkan, kami mendorong Anda untuk mengunjungi situs mitra kami untuk informasi tentang cara mengajukan permohonan bantuan”.

Di sisi lain, Spotify juga tengah mengerjakan fitur terpisah untuk membantu musisi mengumpulkan dana langsung dari penggemar baik untuk diri mereka sendiri atau untuk artis lain.

Negara-negara di seluruh dunia telah mengimbau agar masyarakat melakukan pembatasan interaksi fisik dalam jarak dekat, guna memperlambat penyebaran pandemi Covid-19. Hingga kini virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, Cina, akhir Desember 2019 lalu telah menewaskan hampir 19.000 orang dan menginfeksi sekitar 421.000 secara global.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA